(Vibiznews – Bonds) Imbal hasil Treasury AS turun pada hari Selasa, 6 Oktober 2026, seiring penurunan harga minyak.
Imbal hasil Treasury AS acuan tenor 10 tahun terakhir tercatat turun 4 basis poin menjadi 5,271% setelah sempat mencapai level tertinggi sejak April 2002 pada hari Senin.
Imbal hasil Treasury AS tenor 30 tahun turun lebih dari 2 basis poin menjadi 5,643% setelah sebelumnya sempat naik ke level yang belum pernah terlihat sejak Mei 2002.
Imbal hasil Treasury AS tenor 2 tahun turun hampir 5 basis poin menjadi 4,785%.
Penurunan ini terjadi seiring dengan melemahnya harga minyak; minyak mentah Brent diperdagangkan turun 2% di kisaran US$98 per barel dan kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun 2% ke kisaran US$87 per barel.
Imbal hasil Treasury AS sempat melonjak pada hari Senin. Tenor 10 tahun dan 30 tahun mencatat level tertinggi dalam 24 tahun setelah data terbaru dari Institute for Supply Management menunjukkan perlambatan pertumbuhan di sektor jasa. Angka PMI naik menjadi 54,9 pada bulan September—hampir sesuai dengan perkiraan namun sedikit di bawah tingkat pertumbuhan bulan Agustus—sementara indeks harga naik 1,4 poin menjadi 74.
Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME Group, para pelaku pasar kini memperhitungkan adanya peluang sekitar 78% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan berikutnya.
Peristiwa penting minggu ini adalah rilis risalah rapat FOMC bulan September pada hari Rabu, yang akan dicermati secara saksama oleh para investor untuk mencari petunjuk mengenai kebijakan moneter selanjutnya.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, imbal hasil Treasury AS akan bergerak turun terpicu penurunan harga minyak.








