(Vibiznews – Forex) – Posisi mata uang Yen Jepang bertahan stabil di kisaran 158 per dolar pada perdagangan sesi Asia hari Kamis (8/10/2026) dalam rentang sempit merespon rilis data current account bulan Agustus. surplus transaksi berjalan
Data menunjukkan current account atau surplus transaksi berjalan negara tersebut meningkat menjadi 4,062 triliun yen pada bulan Agustus, melampaui perkiraan sebesar 3,194 triliun yen.
Namun, mata uang ini tetap berada di bawah tekanan akibat besarnya selisih imbal hasil antara AS dan Jepang, ditambah dengan suku bunga domestik yang relatif rendah serta beban utang Jepang yang besar.
Perdana Menteri Sanae Takaichi juga terus mengupayakan kebijakan fiskal ekspansif; ia berjanji akan menurunkan pajak konsumsi untuk produk makanan sembari menegaskan bahwa pemerintah akan mengamankan pendanaan tanpa menerbitkan obligasi tambahan demi menenangkan pasar keuangan.
Sementara itu, anggota Dewan Bank of Japan, Ayano Sato yang sebelumnya menentang kenaikan suku bunga bank sentral pada bulan September menyatakan dukungannya minggu ini terhadap pendekatan bertahap dalam menaikkan suku bunga.
Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa para pembuat kebijakan mungkin akan kembali menaikkan suku bunga.
Secara teknikal, pair berada di posisi bullish terbatas dengan rentang yang sempit.
Kini pair berada di 158,21 dan sedang naik ke 158,35, jika tembus pair akan lanjut menguji R1.
Namun jika pair USDJPY berbalik arah dan tertekan kembali ke posisi 157,58, akan meluncur menuju posisi support lemahnya di S2 dan S3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 159,10 | 158,80 | 158,43 | 158,14 | 157,78 | 157,50 | 157,13 |








