IHSG Kamis Pagi Melemah 0,4% ke Level 6.120; Bursa Asia dan Wall Street Bias Melemah

71
ihsg
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis pagi ini (8/10), terpantau melemah 26,633 poin (0,43%) ke level 6.120,091 setelah dibuka naik ke level 6.154.971.

IHSG bergerak di dua zona dan terkoreksi di hari keduanya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dibuka bias melemah oleh rilis minutes the Fed yang mengindikasikan kenaikan suku bunga lagi dan memanasnya geopolitik Timur Tengah lagi, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam koreksi oleh naiknya yields U.S. Treasury.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini menguat terbatas 0,02% atau 3 poin ke level Rp 17.875, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah menguat di sesi global sebelumnya, rally di 1,5 tahun tertingginya setelah rilis minutes the Fed yang bersikap hawkish.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.878, serta terpantau mendekati posisi 2 minggu tertingginya.

Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau menguat 8,247 poin (0,13%) ke level 6.154.971. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,042 poin (0,17%) ke level 606,763. Pagi ini IHSG melemah 26,633 poin (0,43%) ke level 6.120,091. Sementara LQ45 terlihat turun 0,664 poin (0,11%) poin ke level 605,057.

Tercatat saat ini 217 saham naik, 317 saham turun dan 167 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street semalam ditutup melemah, terkoreksi dari level rekor sebelumnya, di tengah melajunya lagi yields U.S. Treasury dan kenaikan harga minyak dunia kembali setelah serangan Houthi ke Saudi. Dow Jones berakhir turun 0,7%, S&P 500 melemah 0,2%, serta Nasdaq merosot 0,2%. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau bias melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 0,95%, dan Hang Seng yang turun 0,40%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi di hari keduanya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya bias melemah oleh rilis minutes the Fed yang mengindikasikan kenaikan suku bunga dan memanasnya geopolitik Timur Tengah, serta mencermati Wall Street yang berakhir dalam koreksi oleh naiknya yields U.S. Treasury.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan tertahan di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.228 dan 6.380. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,898 dan bila tembus ke level 5,839.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group