(Vibiznews – Commodity) Harga emas turun terendah dua bulan dan berakhir merosot pada hari Rabu, 7 Oktober 2026, terbebani kekuatan dolar AS.
Harga emas spot berakhir merosot 1,28% pada $4.110,69 per ons.
Harga emas berjangka AS kontrak Desember 2026 berakhir merosot 1,11% pada $4.140,7 per ons.
Penguatan dolar AS menekan harga logam mulia.
Demikian juga kenaikan imbal hasil obligasi global pada hari Rabu juga menjadi faktor negatif bagi harga logam mulia.
Harga emas dan perak pulih dari level terendah hari itu setelah harga minyak mentah kehilangan kenaikan awal dan jatuh tajam. Minyak mentah WTI turun lebih dari 1% pada hari Rabu, yang meredakan ekspektasi inflasi dan berpotensi mendorong bank sentral global untuk melonggarkan kebijakan moneter—sebuah faktor yang menguntungkan bagi harga logam mulia.
Malam nanti akan dirilis data Initial Jobless Claim AS yang diindikasikan meningkat.
Juga akan ada pernyataan dari pejabat Fed Musalem.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak naik jika dolar AS menguat. Namun pelemahan pasar saham akibat lonjakan imbal hasil obligasi global, dapat meningkatkan permintaan safe haven dolar AS. Juga jika malam nanti data Initial Jobless Claim AS terealisir naik dan menekan dolar AS, akan menguatkan harga emas.
Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.062-$4.013. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.165-$4.219.
Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.089-$4.036. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.196-$4.250.








