IHSG Jumat Pagi Melemah ke Level 6.020; Bursa Asia dan Wall Street Bergerak Mixed

71
IHSG
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat pagi ini (9/10), terpantau melemah 11,476 poin (0,19%) ke level 6.019,808 setelah dibuka naik ke level 6.039.009.

IHSG bergerak di dua zona dan masuk terkoreksi di hari ketiganya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dibuka mixed di antara fluktuasi harga minyak mentah dunia mengikuti tensi geopolitik Timur Tengah dan concern pasar atas tekanan inflasi global, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam variatif dan dikoreksi sektor teknologi.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini menguat terbatas 0,06% atau 10 poin ke level Rp 17.885, dengan dollar AS di pasar uang Asia menurun setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya, meninggalkan area 1,5 tahun tertingginya di antara yields obligasi Uni Eropa yang dalam koreksi.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.895, serta terpantau mendekati posisi seminggu tertingginya.

Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau menguat 7,725 poin (0,13%) ke level 6.039.009. Sedangkan indeks LQ45 turun 0,119 poin (0,02%) ke level 595,020. Pagi ini IHSG melemah 11,476 poin (0,19%) ke level 6.019,808. Sementara LQ45 terlihat naik 0,973 poin (0,16%) poin ke level 596,112.

Tercatat saat ini 186 saham naik, 328 saham turun dan 198 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street semalam ditutup mixed bias melemah, di tengah koreksi saham AI dan semiconductor dan harga minyak dunia yang fluktuatif tidak menentu. Dow Jones berakhir naik 0,1%, S&P 500 melemah 0,5%, serta Nasdaq merosot 1,3%. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang merosot 0,97%, dan Hang Seng yang naik 0,75%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bias koreksi di hari ketiganya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed di antara fluktuasi harga minyak mentah dunia dan concern pasar atas tekanan inflasi global, serta mencermati Wall Street yang berakhir variatif dan dikoreksi sektor teknologi.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan dalam konsolidasi, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.228 dan 6.380. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,898 dan bila tembus ke level 5,839.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group