IHSG Jumat Siang Menguat ke Level 6.053; Bergerak di Dua Zona, Mixed

63
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (9/10), terpantau menguat 21,229 poin (0,35%) ke level 6.052,513 setelah dibuka naik ke level 6.039.009.

IHSG bergerak di dua zona dalam konsolidasi, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed di antara fluktuasi harga minyak mentah dunia mengikuti tensi geopolitik Timur Tengah dan concern pasar atas tekanan inflasi global, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam variatif dan dikoreksi sektor teknologi.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat 0,11% atau 20 poin ke level Rp 17.875, dengan dollar AS di pasar uang Asia menurun setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya, meninggalkan area 1,5 tahun tertingginya di antara yields obligasi Uni Eropa yang dalam koreksi.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.895, serta terpantau di sekitar posisi seminggu tertingginya.

Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau menguat 7,725 poin (0,13%) ke level 6.039.009. Sedangkan indeks LQ45 turun 0,119 poin (0,02%) ke level 595,020. Siang ini IHSG menguat 21,229 poin (0,35%) ke level 6.052,513. Sementara LQ45 terlihat naik 3,778 poin (0,63%) poin ke level 598,917.

Tercatat saat ini 311 saham naik, 298 saham turun dan 176 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang merosot 0,97%, dan Hang Seng yang naik 0,75%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini variatif terbatas, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed di antara fluktuasi harga minyak mentah dunia dan concern pasar atas tekanan inflasi global, serta mencermati Wall Street yang berakhir variatif dan dikoreksi sektor teknologi.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan dalam konsolidasi, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.228 dan 6.380. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,898 dan bila tembus ke level 5,839.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group