Rekomendasi Harga Gula 9 Oktober 2026

134

(Vibiznews – Commodity) Harga gula mentah di bursa komoditi berjangka internasional New York, berakhir turun tajam pada hari Kamis, 8 Oktober 2026.

Harga gula berjangka kontrak Maret 2027 ditutup turun 0,68 sen atau 3,26% pada kisaran 20,15 sen per pon. Penurunan ini menjadi yang terdalam dalam satu hari sejak reli dimulai akhir September, dan terjadi sehari setelah harga sempat menyentuh level tertinggi 19 bulan untuk kontrak terdekat. Gula putih London kontrak Desember juga ditutup turun 14,60 poin atau 2,63%, setelah sehari sebelumnya mencapai level tertinggi 22 bulan.

Faktor utama yang menekan harga adalah aksi ambil untung dana besar setelah reli tajam selama dua pekan terakhir. Tekanan jual sudah terlihat sejak awal sesi dan terus meluas hingga penutupan, melanjutkan likuidasi posisi beli yang muncul sehari sebelumnya saat dolar AS menguat.

Di sisi fundamental, prospek defisit pasokan global masih menahan ruang penurunan harga. Organisasi Gula Internasional (ISO) pada 1 September memperkirakan produksi gula global musim 2026/27 turun 1 persen secara tahunan menjadi 180,1 juta metrik ton, dengan defisit sebesar 200 ribu metrik ton, berbanding surplus 1,1 juta metrik ton pada musim 2025/26. Thai Sugar Millers Corp memproyeksikan produksi gula Thailand berpotensi anjlok 17 persen secara tahunan menjadi 10 juta metrik ton, sementara Departemen Pertanian AS memangkas estimasi produksi India menjadi 29,5 juta metrik ton dari 33,6 juta metrik ton akibat cuaca buruk. Hujan yang berlanjut di wilayah Center-South Brasil dan kekhawatiran terhadap El Nino yang diperkirakan menjadi salah satu yang terkuat dalam lebih dari 75 tahun juga masih membayangi pasokan dari tiga produsen utama dunia.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula mentah berpotensi masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah, seiring berlanjutnya aksi profit taking dana besar setelah kenaikan lebih dari 9% dalam dua pekan terakhir. Harga gula mentah diperkirakan akan bergerak menguji kisaran support terdekat di 19,82 hingga 19,38. Namun, apabila gangguan panen di Brasil, defisit pasokan India dan Thailand, serta ancaman El Nino kembali memicu aksi beli teknikal, pergerakan harga berpeluang berbalik arah menuju kisaran resistance 20,76 hingga 21,36.