Rekomendasi Harga Minyak 9 Oktober 2026

101

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berakhir melonjak pada hari Kamis, 8 Oktober 2026, setelah muncul laporan bahwa Gedung Putih meminta Pentagon menyiapkan opsi serangan terhadap Iran sebelum pemilu sela AS.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS kontrak November 2026, ditutup melonjak 3,64% pada $91,49 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup melonjak 4% pada $104,28 per barel.

Harga minyak melonjak setelah The Atlantic melaporkan bahwa Gedung Putih meminta Pentagon menyiapkan opsi serangan terhadap Iran yang bisa dilaksanakan sebelum pemilu sela AS.

Axios juga melaporkan bahwa Pentagon meminta Komando Pusat AS (CENTCOM) menuntaskan persiapan kampanye militer baru terhadap Iran. Seorang pejabat Gedung Putih menyatakan Presiden memiliki semua opsi yang tersedia kapan saja.

Namun ketegangan mereda setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu AS pada bulan November.

Harga minyak sebelumnya turun karena data menunjukkan aliran ekspor Timur Tengah pulih ke level sebelum perang dan pemerintah G7 berkomitmen melepas cadangan. Brent bahkan sempat turun di bawah $100 pada pekan ini.

Pasokan juga terganggu dari beberapa sisi. Produsen di Teluk Meksiko menutup lebih dari 510.000 barel per hari produksi akibat Badai Tropis Isaias, sekitar seperempat output kawasan itu. Di Timur Tengah, kelompok Houthi menyerang dua bandara di Arab Arabia Saudi, menewaskan tiga orang dan melukai puluhan lainnya. Iran juga meningkatkan serangan terhadap kapal tanker minyak dan gas di Selat Hormuz dalam beberapa pekan terakhir, sementara lalu lintas di selat itu masih tipis. Analis Citigroup menyebut biaya angkut kapal sangat tinggi dan pasar terus memperhitungkan ketatnya pasokan serta risiko geopolitik, bukan sekadar data ekspor.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak masih berpotensi bergerak volatil dengan bias naik selama risiko serangan AS ke Iran dan serangan terhadap kapal tanker belum mereda. Namun jika Gedung Putih memilih penyelesaian lunak atau ada sinyal kesepakatan, harga minyak bisa terkoreksi tajam seperti yang terjadi di awal pekan.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $89,11-$86,72. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $93,54-$95,58.

Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $101,39-$98,49. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $106,55-$108,81.