(Vibiznews-Forex) – Laju poundsterling dalam pair GBPUSD tertahan pada perdagangan forex Eropa hari Senin (12/10/2026) di tengah kuatnya perdagangan safe haven yang angkat dolar AS pasca lonjakan harga minyak dunia.
Penguatan poundsterling pada sesi Asia mendapat dukungan dari komitmen Menteri Keuangan Inggris, John Healey, untuk menerapkan disiplin fiskal yang ketat dalam penyusunan anggaran perdananya pada 28 Oktober mendatang, serta menguatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of England (BoE) pada bulan November.
Sementara itu, Gubernur BoE Andrew Bailey menyatakan bahwa prospek ekonomi secara keseluruhan masih terlalu tidak pasti untuk berkomitmen secara tegas pada siklus kenaikan suku bunga agresif yang berkelanjutan.
Harga minyak mentah Brent diperdagangkan di atas US$105,5 per barel yang merupakan level tertinggi dalam lebih dari dua pekan akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran mengenai keamanan kawasan.
Secara teknikal, pair bergerak bearish moderat dengan sedikit konsolidasi dan menurut analyst Vibiz Research Center pair sinyalkan tekanan jual jangka pendek.
Kini pair berada di posisi 1.3240 yang turun kembali menuju 1.3219, jika tembus bergerak ke support kuatnya di S1 sebelum menguji ke 1.3190.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3219 akan berusaha mendaki kembali ke posisi tertinggi 1.3260, jika tembus berpotensi lanjut ke resisten lemahnya di R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3296 | 1,3275 | 1,3252 | 1.3230 | 1.3210 | 1.3185 | 1.3165 |








