(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah acuan dunia untuk jenis Brent pada perdagangan komoditas sesi Eropa hari Senin (12/10/2026) melonjak naik ke kisaran tertinggi lebih dari 2 pekan.
Harga spot minyak mentah Brent berada di posisi $105,40 atau naik 0,65%, namun untuk kontrak berjangka bulan Desember 2026 yang paling banyak diperdagangkan di ICE Eropa naik 0,77% menjadi $105,50 per barel.
Harga minyak Brent melonjak akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran mengenai keamanan kawasan.
Bandara utama Arab Saudi kembali diserang pada hari Minggu, sementara sebuah kapal tanker lainnya menjadi sasaran di Selat Hormuz.
Insiden-insiden ini terjadi setelah adanya pembicaraan telepon antara menteri luar negeri Arab Saudi dan Iran, serta di tengah kembali memanasnya pertempuran yang melibatkan pasukan Houthi yang didukung Iran di Yaman.
Terlepas dari risiko keamanan tersebut, ekspor minyak dari Teluk Persia tetap relatif stabil. Volume pengiriman dilaporkan kembali ke angka 17,5 juta barel per hari (bpd), atau sekitar 98% dari tingkat sebelum perang.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Rusia dan Ukraina telah menyepakati gencatan senjata segera terkait energi.
Moskow berencana mengekspor 500.000 ton solar, jauh di bawah angka ekspor tahun lalu yang mencapai 28,6 juta ton.
IEA mendesak pemerintah berbagai negara untuk mempercepat pelepasan cadangan solar yang telah dijanjikan, seraya memperingatkan bahwa kondisi pasar saat ini memerlukan perhatian segera menjelang pertemuan mereka pada 15 Oktober.
Untuk pergerakan selanjutnya harga minyak Brent akan mendaki menuju posisi tertinggi hari Kamis pekan lalu di $105.90, dan jika tembus akan melaju ke kisaran $106.10 – $106.70.
Namun jika terkoreksi akan terkoreksi ke ke posisi terendah di $102.17, dan jika tembus akan meluncur ke kisaran $101.90 – $101.60.








