Rekomendasi Harga Kopi Arabika 12 Oktober 2026

73

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika berakhir melemah pada akhir pekan hari Jumat, 9 Oktober 2026, tertekan sinyal pasokan yang lebih besar dari Brasil.

Harga kopi arabika berjangka kontrak Desember 2026 ditutup turun 2,10 poin atau 0,73% ke kisaran $286,25 per pon.

Tekanan pada arabika datang dari derasnya ekspor Brasil. Kementerian Perdagangan Brasil melaporkan bahwa ekspor kopi Brasil bulan September melonjak lebih dari 20% secara tahunan menjadi 236.000 ton. Ekspor kopi Agustus juga naik 31% secara tahunan ke rekor 4,155 juta karung untuk bulan Agustus, sementara panen Brasil memasuki tahap akhir.

Kondisi tanam juga masih menguntungkan. Somar Meteorologia melaporkan curah hujan di Minas Gerais, sentra arabika utama Brasil, mencapai 33,3 mm atau 104% dari rata-rata historis pada pekan yang berakhir 4 Oktober. Hujan di atas normal pada fase pembungaan yang krusial dapat mendukung panen musim 2026/27. International Coffee Organization (ICO) memproyeksikan surplus pasar kopi global sebesar 3 juta karung pada musim 2025/26, surplus pertama dalam lima tahun, dan Conab menaikkan estimasi produksi arabika Brasil 2026 menjadi 48,21 juta karung, naik 34,8% secara tahunan.

Di sisi lain, sejumlah faktor menopang harga. Federasi Kopi Kolombia melaporkan produksi kopi Kolombia, produsen arabika terbesar kedua dunia, pada 2025/26 turun 15% secara tahunan menjadi 12,65 juta karung, sementara ekspornya turun 12% menjadi 11,78 juta karung. Ancaman El Niño yang kuat juga masih membayangi tanaman kopi Brasil, terutama bila hujan tertunda pada Oktober, periode normal pembungaan. Pada hari Rabu, harga arabika sempat naik ke level tertinggi dalam 1 bulan ditopang real Brasil yang menguat ke level tertinggi dalam 4,75 bulan terhadap dolar AS. Stok arabika bersertifikat ICE juga masih tipis setelah sempat jatuh ke level terendah dalam 27 tahun di 217.646 karung pada 15 September.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan hari ini, harga kopi arabika masih cenderung tertekan seiring ekspor Brasil yang besar dan prospek surplus pasokan global. Namun, melemahnya produksi Kolombia, risiko El Niño, dan tipisnya stok bursa membuat peluang rebound tetap terbuka, sehingga volatilitas harga diperkirakan masih tinggi. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak menekan area Support di kisaran 283,53 hingga 280,12. Namun apabila muncul aksi beli merespons risiko cuaca dan pasokan Kolombia, harga berpeluang naik menuju area Resistance di 291,08 hingga 295,22.