Rekomendsi Harga Perak 12 Oktober 2026 : Dapat Tertekan Kenaikan Dolar AS dan Harga Minyak

54

(Vibiznews – Commodity) Harga perak ditutup naik tajam pada akhir pekan hari Jumat, 9 Oktober 2026, didukung melemahnya dolar AS serta turunnya imbal hasil Treasury dan harga minyak setelah pernyataan Presiden Trump mengenai Iran.

Harga perak spot ditutup naik 2,77% pada $60,82.

Harga perak berjangka AS kontrak Desember 2026 ditutup naik 2,73% pada $61,05.

Logam mulia pulih dari aksi jual tengah pekan berkat melemahnya dolar AS, turunnya imbal hasil dari level ekstrem pekan ini, dan aksi beli saat harga murah. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun ditutup di sekitar 5,24% dan indeks dolar AS berada di sekitar 102,10.

Harga minyak turun setelah Presiden Trump menyatakan AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela 3 November dan bahwa pembicaraan berjalan produktif, yang mengurangi premi risiko yang sempat mendorong Brent di atas $104. Turunnya harga minyak meredakan ekspektasi inflasi dan mendukung perak.

Kenaikan juga didukung data sentimen konsumen yang lemah. Indeks sentimen konsumen University of Michigan awal Oktober turun ke 46,3 dari 48,1 pada September. Namun ekspektasi inflasi satu tahun ke depan naik ke 4,7% dan ekspektasi jangka panjang naik ke 3,5%, sehingga risiko kenaikan suku bunga The Fed pada Desember masih terbuka.

Namun, ketegangan geopolitik kembali meningkat di akhir pekan. Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada hari Sabtu menewaskan 12 orang dan melukai ratusan orang, dan bandara kembali diserang pada hari Minggu. Koalisi pimpinan Saudi menyalahkan Houthi yang didukung Iran. Menanggapi hal ini, Trump menyatakan AS sedang mempertimbangkan untuk bergabung dalam serangan Saudi terhadap Houthi, dan dilaporkan juga mempertimbangkan kembali aksi militer terhadap Iran, meski sebelumnya menyatakan tidak akan menyerang sebelum pemilu sela. Eskalasi ini berpotensi mengangkat harga minyak dan imbal hasil Treasury, sehingga menekan perak.

Hari ini pasar obligasi AS tutup karena libur Columbus Day, sehingga likuiditas pasar bisa lebih tipis. Data inflasi CPI AS bulan September dirilis hari Rabu, disusul PPI hari Kamis dan harga impor-ekspor hari Jumat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak berpotensi tertekan jika eskalasi di Timur Tengah mendorong harga minyak dan imbal hasil Treasury naik, serta memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember. Namun jika AS menahan diri, pembicaraan dengan Iran berlanjut, atau data inflasi AS lebih lemah dari perkiraan, harga perak dapat kembali naik.

Harga perak spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $59,61-$58,39. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $61,61-$62,39.

Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $59,84-$58,63. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $61,86-$62,67.