Harga Perak Antam Hari ini Selasa, 13 Oktober 2026 Turun Rp650, Menjadi Rp40.300/gram

90

(Vibiznews – Commodity) Harga perak antam turun pada hari ini Selasa, 13 Oktober 2026, mengikut penurunan harga perak dunia.

Harga perak antam hari ini Selasa, 13 Oktober 2026 turun Rp650, menjadi Rp40.300/gram.

Pada perdagangan sebelumnya, harga perak antam hari Senin, 12 Oktober 2026 naik Rp250, menjadi Rp40.950/gram.

Harga perak ditutup turun pada hari Senin, 12 Oktober 2026, tertekan penguatan dolar AS, di tengah kewaspadaan pelaku pasar menjelang rilis data inflasi CPI AS.

Harga perak spot ditutup turun 0,86% pada $60,30.

Harga perak berjangka AS kontrak Desember 2026 ditutup turun 0,88% pada $60,51.

Perak sempat dibuka lebih tinggi, namun kenaikan awal itu memudar dan harga kembali ke kisaran yang bergerak sepanjang pekan lalu. Tekanan datang dari indeks dolar AS yang naik 0,35% ke 102,57.

Kenaikan harga tertahan oleh kewaspadaan sebelum data inflasi. Pasar menanti data CPI AS bulan September pada hari Rabu, yang akan menentukan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember. Perdagangan juga relatif sepi karena pasar obligasi AS tutup untuk libur Columbus Day.

Penurunan harga perak tertahan oleh turunnya harga minyak, yang dipicu harapan bahwa pasokan diesel Rusia dapat meredakan kekurangan bahan bakar global dan mengurangi kekhawatiran inflasi.

Ketegangan geopolitik juga masih membayangi. Setelah serangan Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh yang menewaskan 13 orang, Presiden Trump menyatakan sedang mempertimbangkan untuk bergabung dalam serangan Saudi terhadap Houthi, dan dilaporkan mempertimbangkan kembali aksi militer terhadap Iran. Kebuntuan di Selat Hormuz juga belum terselesaikan.

Hari ini pasar obligasi AS kembali dibuka, sehingga pergerakan imbal hasil Treasury akan menjadi sorotan. Pelaku pasar menantikan data CPI AS hari Rabu, disusul PPI hari Kamis.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat bergerak naik jika harga minyak tetap rendah, imbal hasil Treasury tidak naik tajam saat pasar obligasi dibuka kembali, dan permintaan investasi logam mulia terus terjaga. Namun jika dolar AS terus menguat, eskalasi di Timur Tengah mendorong harga minyak naik, dan data inflasi AS lebih tinggi dari perkiraan sehingga memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Desember, harga perak dapat tertekan.

Harga perak spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $59,81-$59,32. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $61,12-$61,94.

Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $60,02-$59,54. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $61,37-$62,24.