Wall Street Berakhir Mixed Bersiap Hadapi Data Inflasi AS dan Musim Laporan Keuangan

92
wall street

(Vibiznews – Index) – Harga saham di bursa Wall Street AS  berakhir variatif pada perdagangan yang berakhir Selasa dinihari (13/10/2026) dengan hanya indeks Dow Jones menguat.

Dow Jones yang didominasi saham sektor energi, layanan komunikasi, dan barang kebutuhan pokok konsumen ditutup dengan kenaikan 196 poin atau 0,40%.

Untuk saham-saham teknologi kapital besar alami tekanan cukup signifikan hingga membebani indeks Nasdaq yang berakhir turun 120 poin atau 0,47% dan indeks S&P500 turun 0,10%.

Sentimen kehati-hatian pelaku pasar menjelang musim laporan keuangan kuartalan dan rilis data inflasi penting AS yang dijadwalkan pada pekan ini.

Saham-saham teknologi yang alami tekanan jual cukup besar seperti Micron yang anjlok 3,9% dan Nvidia turun 1,3%.

Pergerakan sebaliknya ada juga dari sektor teknologi seperti Meta Platforms naik 3,4% menyusul peluncuran model AI yang telah lama dinantikan, serta Salesforce  menguat 2,1% setelah mendapatkan peningkatan peringkat Bank of America.

Tekanan jual di Wall Street juga disebabkan oleh kenaikan harga minyak mentah menyusul laporan mengenai serangan mematikan di bandara Riyadh  akhir pekan lalu.

Di tengah pasar yang menghadapi arus berlawanan dari perkembangan geopolitik dan katalis laporan keuangan sektoral, para pelaku pasar bersiap  memantau  laporan inflasi harga konsumen dan produsen yang akan segera dirilis.

Indikator-indikator ekonomi ini diperkirakan akan sangat memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve mendatang seiring dimulainya periode pelaporan laba perusahaan.