Harga Minyak Brent 13 Oktober di Asia Terkoreksi dari Tertinggi 4 Pekan

63

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah acuan dunia untuk jenis Brent pada  awal perdagangan komoditas sesi Asia hari Selasa (13/10/2026) terkoreksi dari posisi tertinggi dalam 4 pekan yang dicapai sebelumnya.

Harga spot minyak mentah Brent  berada di  posisi $105,40 atau naik  0,65%, namun untuk kontrak berjangka bulan Desember 2026 yang paling banyak diperdagangkan di ICE Eropa naik 0,77% menjadi $105,50 per barel.

Koreksi harga minyak Brent setelah naik selama tiga sesi berturut-turut, didorong oleh kekhawatiran pasokan yang kian meningkat seiring memanasnya konflik di Timur Tengah dan berlanjutnya serangan di Ukraina.

Pemerintahan Trump menghadapi tekanan yang semakin besar untuk membantu Arab Saudi dalam memerangi milisi Houthi yang didukung Iran di Yaman, menyusul serangkaian serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap bandara utama Riyadh.

Serangan-serangan tersebut menewaskan sedikitnya 16 orang, termasuk seorang warga negara AS, dan melukai sekitar 300 orang lainnya.

Di Eropa Timur, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bertekad untuk terus melancarkan serangan terhadap Rusia karena Moskow terus menargetkan infrastruktur energi Ukraina, yang melanggar gencatan senjata energi  yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Sementara itu, utusan Trump, Jared Kushner dan Steve Witkoff, dilaporkan telah memberi tahu para pejabat Ukraina bahwa izin bagi ekspor solar Rusia yang kontroversial merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk membawa Moskow kembali ke meja perundingan guna mengakhiri perang.

Untuk pergerakan selanjutnya harga minyak Brent akan akan terkoreksi ke  posisi   $105.20, dan jika tembus akan meluncur ke kisaran $104.90 – $103.10.

Namun jika tidak tembus dibawah $150 berpotensi akan mendaki menuju posisi tertinggi sebelumnya di $107.30.