IHSG Selasa Berakhir Melonjak 5,65% ke Level 5.279, Terdukung Aksi Bargain Hunting

132
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Selasa sore ini (20/10), terpantau menguat tajam 5,65% ke level 5.278,89 setelah dibuka turun ke level 4.980,16.

IHSG berhasil rebound setelah dua hari berturut-turut terkoreksi dalam, termasuk penurunan 3,64% ke level 4.996,61 pada perdagangan Senin (19/10). Penguatan hari ini didorong aksi bargain hunting investor pada saham-saham berkapitalisasi besar yang harganya sudah turun cukup dalam, aksi buyback sejumlah emiten, serta langkah otoritas merespons evaluasi MSCI.

BEI menyiapkan pengeluaran 80 saham berkepemilikan sangat terkonsentrasi (HSC) dari perhitungan IHSG, yang bobot gabungannya sekitar 18%. Selain itu, OJK dan pemerintah berkomitmen memperkuat penegakan aturan terhadap dugaan coordinated trading. MSCI sendiri pada 15 Oktober mengumumkan konsultasi atas usulan perubahan status Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat 0,28% ke level Rp 17.992, dari posisi penutupan sebelumnya di Rp 18.046. Penguatan ini sekaligus memutus pelemahan rupiah selama empat hari perdagangan berturut-turut, sejalan dengan pulihnya pasar saham domestik. Pelaku pasar juga menantikan keputusan rapat kebijakan Bank Indonesia, dengan konsensus memperkirakan suku bunga acuan dipertahankan di level 5,75%.

Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau melemah 16,45 poin (0,33%) ke level 4.980,16, yang sekaligus menjadi titik terendah hari ini. Siang ini IHSG berbalik naik 208,02 poin (4,16%) ke level 5.204,63 di akhir sesi pertama.

IHSG kemudian melanjutkan penguatannya hingga ditutup di level tertinggi hari ini, yaitu 5.278,89. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 4.980,16 hingga 5.278,89. Tercatat 670 saham naik, 99 saham turun dan 30 saham stagnan, dengan transaksi sekitar Rp 26,54 triliun dari volume 56,78 miliar saham. Sedangkan LQ45 melonjak 8,51% ke level 530,35.

Seluruh sektor ditutup di zona hijau, dipimpin sektor transportasi yang naik 8,55%, disusul sektor bahan baku naik 6,62% dan sektor infrastruktur naik 5,60%. IHSG tercatat sebagai indeks dengan kenaikan tertinggi di bursa Asia hari ini. Meski demikian, investor asing masih mencatat jual bersih (net sell) sekitar Rp 2,21 triliun di seluruh pasar.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini berakhir positif, dengan penguatan lebih didorong technical rebound setelah koreksi tajam dua hari sebelumnya, belum sepenuhnya menandakan risiko pasar mereda.

Berikutnya IHSG kemungkinan masih akan bergerak volatil, seraya menanti respons BEI, pemerintah dan Danantara terhadap rencana MSCI, serta keputusan suku bunga BI. Area resistance terdekat berada di kisaran 5.379–5.478. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran 5.079–4.880.