(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika berakhir melonjak pada hari Senin, 19 Oktober 2026, ke level tertinggi dalam sebulan, ditopang stok bursa ICE yang masih sangat rendah dan penguatan real Brasil.
Harga kopi arabika berjangka kontrak Desember 2026 ditutup naik 3,3% ke level $3,157 per pon (315,7 sen), setelah sempat menyentuh level tertinggi satu bulan di $3,1585. Kenaikan ini memperpanjang reli pekan lalu, ketika harga arabica naik 6,5%.
Stok arabika bersertifikat ICE tercatat 240.767 karung, tidak jauh dari rekor terendah dalam 27 tahun di 217.646 karung pada September. Pelaku pasar semakin cemas bahwa pasokan dari Brasil tidak akan tiba di gudang ICE sebelum kontrak Desember berakhir, sehingga kontrak terdekat memperoleh premi kelangkaan.
Penguatan real Brasil turut mendorong harga. Real yang terus menguat, di tengah ekspektasi pasar terkait pemilu presiden Brasil, menekan minat eksportir untuk menjual karena menurunkan pendapatan dalam mata uang lokal. Risiko El Niño juga masih menopang harga setelah USDA menyatakan fenomena tersebut kemungkinan berdampak negatif terhadap produksi kopi Brasil.
Namun, fundamental pasokan global masih cenderung bearish. Conab memperkirakan produksi kopi Brasil 2026 mencapai rekor 67,6 juta karung, naik 19,6% secara tahunan, dengan produksi arabika naik 34,8% menjadi 48,21 juta karung. Ekspor kopi hijau Brasil pada September mencapai 3,93 juta karung, tertinggi dalam 20 bulan. Dari Vietnam, produksi kopi musim 2026/27 diperkirakan stabil karena produksi dari pohon-pohon muda hasil peremajaan menutupi kerugian akibat cuaca kurang menguntungkan. International Coffee Organization (ICO) juga memproyeksikan surplus global 3 juta karung pada musim 2025/26, sedangkan USDA memperkirakan produksi dunia 2026/27 naik 6% ke rekor 189,7 juta karung.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan hari ini, harga kopi arabika masih berpeluang melanjutkan penguatan seiring ketatnya stok ICE menjelang berakhirnya kontrak Desember dan penguatan real Brasil. Namun, setelah reli lebih dari 9% dalam dua sesi perdagangan terakhir, risiko aksi ambil untung meningkat, ditambah prospek pasokan Brasil yang besar, sehingga volatilitas harga diperkirakan sangat tinggi. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak menguji area Resistance di kisaran 321,30 hingga 326,90. Namun apabila muncul aksi ambil untung atau kopi Brasil mulai tiba di gudang ICE, harga berpeluang terkoreksi menuju area Support di 306,55 hingga 297,40.








