Rekomendasi Harga Perak 20 Oktober 2026

50

(Vibiznews – Commodity) Harga perak ditutup mixed pada hari Senin, 19 Oktober 2026, terpicu turunnya harga minyak dan ekspektasi jeda suku bunga The Fed bulan Oktober, menghadapi sentimen penguatan dolar AS dan imbal hasil Treasury AS.

Harga perak spot ditutup naik 0,21% pada $57,10.

Harga perak berjangka AS kontrak Desember 2026 ditutup turun 0,06% pada $57,27.

Perak mencatat kenaikan moderat pada sesi akhir AS karena dolar AS dan imbal hasil Treasury yang lebih kuat membatasi pergerakan logam mulia. Perak sempat naik ke sekitar $57,96, namun kenaikan itu terpangkas saat perdagangan AS berlangsung.

Penurunan harga minyak dan imbal hasil Treasury yang lebih rendah di awal sesi AS mendukung logam mulia, sementara inflasi yang masih tinggi dan ekspektasi pengetatan tambahan The Fed membatasi minat beli. Pasar berjangka memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober di kisaran belasan persen, sehingga jeda pada pertemuan 27-28 Oktober menjadi skenario dasar. Namun risiko kenaikan suku bunga pada Desember tetap terbuka setelah data CPI dan PPI AS yang tinggi pekan lalu.

Harga minyak turun dari level tertinggi lima bulan. Brent diperdagangkan di sekitar $107,55 dan WTI di sekitar $97,19 per barel, sementara situasi Selat Hormuz dan AS-Iran masih menjadi sumber ketidakpastian pasar energi.

Dukungan bagi logam mulia juga datang dari investasi. Kepemilikan ETF emas naik ke level tertinggi tahun ini, yang menunjukkan permintaan investasi tetap terjaga meski harga tertekan.

Hari ini akan dirilis data pembangunan rumah baru (housing starts) dan penjualan rumah tertunda AS. Selanjutnya, data klaim pengangguran mingguan dirilis hari Kamis, serta PMI awal dan sentimen konsumen final Oktober pada hari Jumat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat bergerak naik jika dolar AS dan imbal hasil Treasury melemah, harga minyak terus mereda, dan data ekonomi AS menunjukkan perlambatan sehingga memperkuat skenario jeda suku bunga. Namun jika imbal hasil kembali naik, ekspektasi kenaikan suku bunga Desember menguat, dan harga minyak naik akibat ketegangan Timur Tengah, harga perak dapat tertekan.

Harga perak spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $56,77-$56,45. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $57,63-$58,17.

Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $56,78-$56,28. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $57,89-$58,50.