(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah acuan dunia untuk jenis Brent kembali masuk dalam jalur penguatan pada perdagangan komoditas sesi Eropa hari Rabu (21/10/2026)
Harga spot minyak mentah Brent berada di posisi $110,65 atau melonjak 1,71%, demikian untuk kontrak berjangka bulan Desember 2026 yang paling banyak diperdagangkan di ICE Eropa melonjak 1,92% menjadi $110,70 per barel.
Harga minyak Brent melanjutkan tren penguatan menuju level tertinggi dalam 5 bulan, seiring dengan penilaian investor terhadap laporan yang simpang siur mengenai kemajuan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran.
Harga sempat anjlok tajam pada hari Selasa setelah kepala angkatan darat Pakistan, Field Marshal Asim Munir, bertemu dengan para pejabat tinggi diplomatik dan militer Iran di Teheran untuk membahas hubungan bilateral serta status negosiasi dengan Washington.
Namun, seorang diplomat yang terlibat dalam diskusi tersebut menepis laporan bahwa kesepakatan akan segera tercapai, sembari mengonfirmasi bahwa upaya untuk mengakhiri konflik masih terus berlangsung.
Harga minyak telah melonjak lebih dari 10% bulan ini, dipicu oleh meningkatnya permusuhan yang melibatkan Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran, serta konflik antara Rusia dan Ukraina, yang semakin menambah risiko terhadap pasokan.
Selain itu, setidaknya 18 kapal telah diserang di Selat Hormuz selama dua minggu terakhir. Terlepas dari berbagai risiko tersebut, arus minyak dari Timur Tengah sebagian besar telah pulih hingga mencapai sekitar 80% dari tingkat sebelum perang.
Untuk pergerakan selanjutnya harga minyak Brent berusaha mendaki menuju posisi $111.50, jika termbus akan melaju ke kisaran $112.10 – $113.70.
Namun jika bergerak negatif akan dapat terkoreksi ke posisi terendah $109.40, dan jika tembus akan meluncur ke kisaran $108.80 – $107.10.








