Rekomendasi Harga Kopi Arabika 21 Oktober 2026

50

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika berakhir melemah pada hari Selasa, 20 Oktober 2026, tertekan tanda-tanda bertambahnya stok di gudang ICE dan hujan lebat di sentra produksi Brasil.

Harga kopi arabika berjangka kontrak Desember 2026 ditutup turun 4,40 poin atau 1,39% ke level $311,30 per pon, setelah sehari sebelumnya naik ke level tertinggi dalam sebulan di $315,70. Sementara itu, harga kopi robusta kontrak November 2026 ditutup turun 74 poin atau 2,12%.

Tekanan datang dari potensi pulihnya stok bursa. Hampir 28.000 karung arabika tercatat sedang menunggu proses grading di ICE, jumlah tertinggi dalam lebih dari sebulan, sehingga meredakan kekhawatiran akan kelangkaan stok. Stok kopi robusta di ICE juga naik ke level tertinggi dalam 11,5 bulan pada hari Senin.

Kondisi cuaca di Brasil juga bearish bagi harga. Somar Meteorologia melaporkan curah hujan di Minas Gerais, sentra arabika utama Brasil, mencapai 48,6 mm atau 148% dari rata-rata historis pada pekan yang berakhir 18 Oktober. Hujan di atas normal pada fase pembungaan yang krusial dapat mendukung panen musim 2026/27.

Prospek pasokan global tetap melimpah. Conab pada 24 September menaikkan estimasi produksi kopi Brasil 2026 menjadi 67,6 juta karung dari 66,7 juta karung, dengan produksi arabika diperkirakan naik 34,8% secara tahunan menjadi 48,21 juta karung. Ekspor kopi hijau Brasil pada September mencapai 3,93 juta karung, tertinggi dalam 20 bulan, dan International Coffee Organization (ICO) memproyeksikan surplus global 3 juta karung pada musim 2025/26.

Di sisi lain, penurunan harga masih tertahan oleh faktor pendukung. Stok arabika ICE masih rendah dibandingkan level normal, setelah jatuh ke level terendah dalam 27 tahun di 217.646 karung pada 15 September dan rebound ke level tertinggi 2,5 bulan di 260.654 karung pada 30 September. Real Brasil yang kuat menekan minat eksportir untuk menjual, dan ancaman El Niño tetap membayangi pembungaan tanaman kopi Brasil. Produksi kopi Kolombia pada 2025/26 juga turun 15% secara tahunan menjadi 12,65 juta karung.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan hari ini, harga kopi arabika masih cenderung tertekan seiring bertambahnya stok ICE, hujan lebat di Brasil, dan prospek pasokan yang besar. Namun, ketatnya stok menjelang berakhirnya kontrak Desember dan risiko El Niño membuat peluang rebound tetap terbuka, sehingga volatilitas harga diperkirakan sangat tinggi. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak menekan area Support di kisaran 305,00 hingga 298,00. Namun apabila muncul aksi beli merespons rendahnya stok bursa atau penguatan real Brasil, harga berpeluang naik menuju area Resistance di 318,00 hingga 325,00.