Rekomendasi Harga Kopi Arabika 22 Oktober 2026

42

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika berakhir menguat pada hari Rabu, 21 Oktober 2026, memulihkan pelemahan sesi sebelumnya dan naik ke level tertinggi sejak akhir Agustus, ditopang kekhawatiran terhadap tipisnya stok bursa.

Harga kopi arabika berjangka kontrak Desember 2026 naik 4,85 poin atau 1,56% ke level sekitar $316,15 per pon, setelah sempat menyentuh $317,90, level tertinggi dalam tujuh pekan. Sepanjang sebulan terakhir harga telah naik sekitar 16%, meski masih sekitar 25% lebih rendah dibanding setahun lalu.

Pelaku pasar masih mencemaskan kemungkinan kopi dari Brasil tidak tiba di gudang ICE sebelum kontrak Desember berakhir. Stok arabika bersertifikat ICE tercatat di kisaran 240.000 karung, tidak jauh dari rekor terendah dalam 27 tahun di 217.646 karung pada 15 September, sehingga kontrak terdekat memperoleh premi kelangkaan. Real Brasil yang kuat juga menekan minat eksportir untuk menjual.

Namun, tekanan dari sisi pasokan masih besar. Hampir 28.000 karung arabika sedang menunggu proses grading di ICE, tertinggi dalam lebih dari sebulan, sementara stok robusta ICE naik ke level tertinggi dalam 11,5 bulan. Somar Meteorologia melaporkan curah hujan di Minas Gerais, sentra arabika utama Brasil, mencapai 48,6 mm atau 148% dari rata-rata historis pada pekan yang berakhir 18 Oktober, sehingga mendukung pembungaan untuk panen musim 2026/27.

Prospek surplus global juga membatasi kenaikan. Conab memperkirakan produksi kopi Brasil 2026 mencapai 67,6 juta karung, dengan produksi arabika naik 34,8% secara tahunan menjadi 48,21 juta karung. International Coffee Organization (ICO) memproyeksikan surplus global 3 juta karung pada musim 2025/26, sementara USDA memperkirakan produksi dunia 2026/27 naik 6% ke rekor 189,7 juta karung. Di sisi lain, ancaman El Niño tetap membayangi pembungaan tanaman, dan produksi kopi Kolombia pada 2025/26 turun 15% secara tahunan menjadi 12,65 juta karung.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan hari ini, harga kopi arabika masih berpeluang menguji level tertinggi terbaru seiring ketatnya stok ICE menjelang berakhirnya kontrak Desember. Namun, setelah kenaikan tajam dalam sebulan terakhir, risiko aksi ambil untung meningkat, ditambah bertambahnya stok yang sedang di-grading, hujan lebat di Brasil, dan prospek surplus global, sehingga volatilitas harga diperkirakan sangat tinggi. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak menguji area Resistance di kisaran 319,92 hingga 323,68. Namun apabila muncul aksi ambil untung atau stok ICE terisi kembali, harga berpeluang terkoreksi menuju area Support di 310,37 hingga 304,58.