(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (23/10) mengakhiri sesi I dengan penguatan 58,84 poin (1,09%) ke level 5.446,74, setelah dibuka naik ke level 5.397,34.
IHSG bergerak menguat di hari keempat berturut-turut dan mencatat level tertinggi sesi I di 5.452,77, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya berada di zona merah dipimpin merosotnya saham sektor teknologi, mengikuti Wall Street yang anjlok semalam. Nikkei 225 turun 1,5%, KOSPI ambruk 2,65% dan CSI 300 melemah 1,28%, di tengah S&P 500 yang anjlok 1,21% dan Nasdaq Composite jatuh 2,6%.
Di dalam negeri, pelaku pasar mencermati perubahan aturan perhitungan IHSG oleh BEI, di mana mulai 2 November 2026 saham berkategori High Shareholding Concentration (HSC) tak lagi masuk perhitungan indeks.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan hari ini melemah 0,08% atau 14 poin ke level Rp18.074, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp18.060. Rupiah tertekan sentimen risk-off global akibat kekhawatiran terhadap kecerdasan buatan (AI), eskalasi geopolitik di Timur Tengah, dan memburuknya kondisi fiskal di Prancis, serta lonjakan harga minyak dunia. Sentimen domestik juga dibayangi proyeksi Fitch Ratings bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia jangka menengah kuat namun tetap di bawah target pemerintah 8%.
Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau menguat 9,44 poin (0,18%) ke level 5.397,34. Sedangkan indeks LQ45 naik 0,56 poin (0,10%) ke level 545,13. Sepanjang sesi, IHSG sempat terkoreksi ke area 5.400 sebelum kembali menguat dan ditutup di 5.446,74.
Tercatat saat ini 512 saham naik, 150 saham turun dan 129 saham stagnan. Penguatan ini melanjutkan rebound pada perdagangan Kamis (22/10), saat IHSG ditutup menguat 1,12% di level 5.387,90 dengan rentang 5.185–5.422, setelah sempat tertekan di awal sesi.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau melemah, di antaranya Nikkei yang turun sekitar 1,5% dan KOSPI yang merosot 2,65% pada awal perdagangan, serta Straits Times yang terdiskon 0,6%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini melanjutkan rebound ke level tertinggi dalam sepekan terakhir, didukung respons pasar atas langkah BEI terkait klasifikasi pasar, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya melemah dipimpin sektor teknologi di antara kekhawatiran pasar atas AI, kenaikan harga minyak, dan ketegangan geopolitik Timur Tengah. Namun, IHSG masih dibayangi potensi aksi ambil untung di akhir pekan seiring memburuknya sentimen global.
Berikutnya IHSG kemungkinan masih volatil dengan bias menguat terbatas. Resistance berada di level 5.458 dan 5.563. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.332–5.366 dan bila tembus ke level 5.185.







