(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika berakhir melemah pada hari Kamis, 22 Oktober 2026, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 9 September pada sesi sebelumnya, tertekan aksi ambil untung dan kembali naiknya stok di gudang ICE.
Harga kopi arabika berjangka kontrak Desember 2026 turun sekitar 1,17% ke kisaran $312,45 per pon (3,11 dolar AS), setelah pada Selasa sempat menyentuh $3,182 per pon, level tertinggi sejak 9 September. Sepanjang sebulan terakhir harga masih naik sekitar 14%.
Penurunan dipicu aksi ambil untung setelah reli beruntun. Stok arabika bersertifikat ICE juga naik tipis ke 239.748 karung pada 21 Oktober dari 234.901 karung sehari sebelumnya, meredakan sebagian kekhawatiran kelangkaan stok. Namun, stok tersebut masih hanya sedikit di atas rekor terendah dalam 27 tahun di 217.646 karung pada 15 September, sehingga ruang penurunan harga terbatas.
Faktor penopang lain adalah menipisnya stok kopi di negara konsumen utama. Stok kopi di Jepang dan Eropa dilaporkan rendah, seiring harga tinggi dan produksi terbatas akibat cuaca buruk di sejumlah wilayah produsen dalam beberapa tahun terakhir. Kekhawatiran bahwa pasokan Brasil tidak tiba di gudang ICE sebelum kontrak Desember berakhir serta ancaman El Niño terhadap pembungaan tanaman Brasil juga masih menopang harga.
Somar Meteorologia melaporkan curah hujan di Minas Gerais, sentra arabika utama Brasil, mencapai 48,6 mm atau 148% dari rata-rata historis pada pekan yang berakhir 18 Oktober. Conab memperkirakan produksi kopi Brasil 2026 mencapai rekor 67,6 juta karung, dengan produksi arabika naik 34,8% secara tahunan menjadi 48,21 juta karung.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan hari ini, harga kopi arabika masih cenderung bergerak konsolidatif dengan bias terbatas seiring tipisnya stok ICE dan stok konsumen yang rendah, namun tertahan oleh hujan lebat di Brasil, prospek panen besar, dan stok robusta yang naik. Volatilitas harga diperkirakan masih tinggi menjelang berakhirnya kontrak Desember. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak menekan area Support di kisaran 304,63 hingga 296,82. Namun apabila muncul aksi beli merespons rendahnya stok bursa atau penguatan real Brasil, harga berpeluang naik menuju area Resistance di 317,88 hingga 323,32.








