Rekomendasi Harga Gula 26 Oktober 2026

94

(Vibiznews – Commodity) Harga gula mentah di bursa komoditi berjangka internasional New York, berakhir naik tipis pada hari Jumat, 23 Oktober 2026.

Harga gula berjangka kontrak Maret 2027 ditutup naik 0,11 sen atau 0,55% pada 20,24 sen per pon. Harga dibuka di 20,15, sempat turun ke level terendah baru di 20,02 saat pelaku pasar menguji area support 20,00, lalu pulih hingga 20,51 sebelum kembali tertahan.

Meski ditutup menguat, harga masih turun sekitar 2,9% sepanjang pekan dibandingkan penutupan Jumat sebelumnya di 20,85 sen.

Pada perdagangan gula putih London, kontrak Desember ditutup naik 0,90 poin atau 0,17% pada 534,80 dolar AS per ton, dengan kisaran harian 531,50 hingga 542,20.

Faktor utama yang membuat harga bergerak terbatas adalah lemahnya partisipasi dana besar. Level 20,00 bertahan sebagai support dan memicu aksi short covering yang mengangkat harga ke area 20,20-an, namun upaya menarik kembali minat beli spekulan dan dana AS hingga 20,51 berakhir dengan likuidasi posisi beli dan penurunan tajam. Menjelang akhir pekan, sebagian besar pelaku pasar mengurangi risiko, dan baru muncul sedikit pembelian defensif menjelang penutupan. Dari sisi eksternal, harga minyak Brent masih tinggi di sekitar 114 dolar AS per barel, sehingga daya tarik etanol bagi pabrik di Brasil tetap terjaga dan membatasi pelemahan harga gula.

Di sisi fundamental, prospek defisit pasokan global masih menopang harga. Organisasi Gula Internasional (ISO) pada 1 September memperkirakan produksi gula global musim 2026/27 turun 1 persen secara tahunan menjadi 180,1 juta metrik ton, dengan defisit sebesar 200 ribu metrik ton, berbanding surplus 1,1 juta metrik ton pada musim 2025/26. Thai Sugar Millers Corp memproyeksikan produksi gula Thailand berpotensi anjlok 17 persen secara tahunan menjadi 10 juta metrik ton, sementara Departemen Pertanian AS memangkas estimasi produksi Brasil menjadi 42,2 juta metrik ton dan India menjadi 29,5 juta metrik ton akibat cuaca buruk. Di sisi lain, USDA masih memperkirakan stok akhir gula global 2026/27 naik 2,0% secara tahunan menjadi 44,41 juta metrik ton, sehingga ruang penguatan lanjutan relatif terbatas.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula mentah berpotensi masih bergerak dalam fase konsolidasi sempit dengan kecenderungan melemah, seiring minimnya dukungan dana besar, aksi likuidasi setiap kali harga naik, dan lemahnya selisih harga kontrak terdekat. Harga gula mentah diperkirakan akan bergerak menguji kisaran support terdekat di 20,00 hingga 19,77. Namun, apabila gangguan panen di Brasil, kenaikan harga minyak, dan ancaman El Nino kembali memicu aksi beli teknikal, pergerakan harga berpeluang berbalik arah menuju kisaran resistance 20,49 hingga 20,75.