Rekomendasi Harga Minyak 26 Oktober 2026 : Dapat Naik Terpicu Ketegangan Timur Tengah; Waspadai Profit Taking

110

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah ditutup melonjak pada akhir pekan hari Jumat, 23 Oktober 2026, dengan Brent mencapai level penutupan tertinggi sejak akhir April. Harga naik terpicu ketegangan di Timur Tengah, dengan pasar semakin memperkirakan AS akan kembali menyerang Iran dalam beberapa pekan ke depan, di tengah aksi saling serang Houthi dan Arab Saudi.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 3,1% dan ditutup pada $116,72 per barel, level penutupan tertinggi sejak 29 April.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS naik 3,8% dan ditutup pada $103,27 per barel.

Dalam sepekan, Brent naik 6,2%, kenaikan mingguan ketiga berturut-turut, sedangkan WTI naik sekitar 2%. Presiden Donald Trump menyatakan pada hari Rabu bahwa AS tidak sedang bernegosiasi dengan Iran dan sesuatu akan terjadi dalam waktu dekat. Pejabat AS juga mengatakan kepada The New York Times bahwa AS dan Israel menyiapkan serangan baru terhadap Iran setelah pemilu sela. Sektor energi S&P 500 naik 2,5% ke rekor tertinggi, sementara imbal hasil obligasi 10 tahun AS mendekati 5%.

Ketegangan berlanjut di akhir pekan. Juru bicara militer Houthi Yahya Saree menyatakan pada Sabtu bahwa Houthi menargetkan bandara di Riyadh, Dammam, dan Najran, serta fasilitas Aramco di Yanbu, kilang Rabigh, stasiun pompa minyak mentah, dan pipa East-West. Arab Saudi belum mengonfirmasi laporan tersebut. Pada Minggu, pertahanan udara koalisi pimpinan Saudi mencegat rudal balistik dan drone ke arah Riyadh, sementara dua terminal Bandara King Khalid mulai beroperasi kembali setelah ditutup lebih dari dua pekan. Hingga Minggu pagi, belum ada konfirmasi kerusakan di pipa, stasiun pompa, maupun kilang Rabigh. Ini penting, karena Yanbu adalah ujung pipa East-West, yang kini mengangkut seluruh volume ekspor minyak mentah Saudi setelah Selat Hormuz ditutup.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak masih berpotensi bertahan tinggi dengan bias menguat, terutama jika Aramco mengonfirmasi kerusakan di Yanbu atau Rabigh, AS melanjutkan serangan terhadap Iran, atau aliran Hormuz kembali menurun. Namun setelah tiga pekan kenaikan beruntun, aksi ambil untung dapat memicu koreksi tajam jika klaim Houthi tidak berdampak pada ekspor Saudi atau ada sinyal diplomatik. Pasar juga menanti keputusan The Fed pada 28 Oktober dan data persediaan minyak AS pekan ini.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS (kontrak Desember) diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $100,10-$96,93. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $105,18-$107,09.

Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $113,82-$110,93. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $118,53-$120,35.