Harga Minyak Brent Akhir Pekan Dekati Tertinggi 4 Tahun, Opsi Serangan Militer ke Iran

92
oil

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah acuan dunia untuk jenis Brent naik melampaui mendekati level tertinggi dalam empat tahun pada perdagangan komoditas sesi Eropa hari Jumat (30/10/2026).

Kenaikan harga Brent seiring meningkatnya ketegangan geopolitik yang memicu kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan.

Kenaikan harga ini terjadi menyusul laporan bahwa seorang komandan militer senior AS telah memberikan penjelasan kepada Presiden Donald Trump mengenai opsi untuk melancarkan serangan kembali terhadap Iran, sementara Trump sendiri telah berulang kali melontarkan ancaman akan adanya tindakan militer lebih lanjut.

Di sisi lain, Teheran mengisyaratkan tidak akan melunakkan sikapnya untuk mengakhiri konflik, meskipun telah mengonfirmasi penerimaan surat dari Wakil Presiden AS JD Vance yang bertujuan untuk menghidupkan kembali negosiasi perdamaian.

Ketegangan di sekitar Selat Hormuz juga meningkat setelah terjadinya dua insiden terpisah yang melibatkan kapal tanker.

Di tempat lain, pasukan Ukraina dilaporkan menyerang kilang minyak Rusia di wilayah Samara, sementara Moskow melancarkan serangan lain terhadap Ukraina dalam semalam.

Perkembangan ini semakin memperkuat kekhawatiran mengenai keamanan pasokan minyak global, dengan harga minyak mentah Brent tercatat naik lebih dari 15% sepanjang bulan Oktober.

Harga spot minyak mentah Brent  berada di  posisi $113,11 atau naik 2,06%, demikian untuk kontrak berjangka bulan Desember 2026 yang paling banyak diperdagangkan di ICE  naik 2,68% menjadi $117,56 per barel.

Untuk pergerakan selanjutnya harga minyak Brent berusaha mendaki menuju posisi  $114.20,  jika termbus akan melaju ke kisaran $115.00 – $118.80.

Namun jika bergerak negatif akan dapat terkoreksi  ke  posisi  $112.80, dan jika tembus akan meluncur ke kisaran $112.20 – $110.00.