Saham Chip dan Teknologi Jatuh, Nikkei Tutup Pekan Ini Lemah meski Raih Gain Mingguan

76

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Jepang mengakhiri tren kenaikan selama tiga hari berturut-turut dengan indeks masuk zona merah pada perdagangan hari Jumat (30/10/2026).

Indeks harian Nikkei ditutup retreat dari posisi tertinggi dalam sepekan, namun secara mingguan indeks menuai untung dengan kenaikan 1,04% setelah 2 pekan berturut merugi.

Penurunan harga saham akhir pekan ini dipicu oleh laporan laba yang mengecewakan dari sejumlah perusahaan teknologi besar kelas dunia, yang meningkatkan kekhawatiran mengenai keberlanjutan tren investasi di sektor kecerdasan buatan (AI).

Perusahaan Intel melaporkan proyeksi kuartalan yang lebih lemah dari perkiraan serta adanya tanda-tanda penurunan permintaan di pasar PC.

Sementara itu, Bank of Japan mempertahankan suku bunga kebijakannya di angka 1,25%, namun mengisyaratkan bahwa inflasi inti telah mencapai target 2%, yang membuka kemungkinan adanya kenaikan suku bunga pada bulan Desember.

Indeks harian Nikkei turun 2,12% dan ditutup pada level 63.290, namun untuk indeks Topix turun 0,95% ke posisi 3965,07.

Demikian untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Desember 2026 melemah  1,92% pada posisi 63490.

Saham teknologi kapiral besar yang merahkan Nikkei seperti Kioxia Holdings dan Tokyo Electron masing-masing turun 7,1% dan 5,2%.

Saham-saham teknologi besar lainnya juga mencatatkan penurunan signifikan, termasuk Advantest (-5,9%), SoftBank Group (-6%), dan Lasertec (-8,8%).