Rekomendasi Harga Gandum 2 November 2026

82

(Vibiznews – Commodity) Harga gandum di bursa komoditi berjangka Chicago Board of Trade (CBOT) berakhir sedikit melemah pada hari Jumat, 30 Oktober 2026, memperpanjang rangkaian penurunan mingguan menjadi sembilan pekan berturut-turut. Penutupan Jumat adalah data terakhir yang tersedia sebelum sesi hari Senin.

Harga gandum soft red winter kontrak Desember 2026 ditutup turun ¼ sen pada 6,03½ dolar AS per bushel. Harga dibuka di 6,05, bergerak di kisaran 5,98¼ hingga 6,10, dengan volume sekitar 68.600 kontrak. Dalam sepekan harga turun 21½ sen dari penutupan Jumat sebelumnya di 6,25 dolar AS. Kontrak Maret 2027 ditutup di 6,17 dolar AS per bushel. Di bursa lain, gandum hard red winter Kansas City kontrak Desember ditutup turun 1 sen ke 6,44¼ dolar AS (turun 20¼ sen dalam sepekan), sedangkan gandum spring Minneapolis turun ¾ sen ke 6,23¾ dolar AS (turun 17¾ sen dalam sepekan). Harga gandum kini berada jauh di bawah puncak akhir Agustus hingga awal September, ketika kontrak Desember sempat menyentuh sekitar 7,92 dolar AS.

Faktor utama yang menekan harga adalah harapan perbaikan arus ekspor Laut Hitam dan pasokan global yang membaik. Kremlin menyatakan pembicaraan Rusia, Ukraina, dan AS dijadwalkan dimulai di Abu Dhabi pada November tanpa tanggal pasti, sementara Menteri Luar Negeri Jerman memperkirakan kesepakatan pengiriman biji-bijian Laut Hitam bisa tercapai dalam beberapa pekan. Otoritas Rusia juga mengizinkan kapal biji-bijian berangkat dari Laut Azov untuk pertama kalinya sejak Juli. Dari sisi pasokan, perkiraan produksi Argentina dinaikkan menjadi sekitar 23 hingga 23,8 juta ton dan produksi Australia diproyeksikan 32 juta ton, di atas estimasi USDA. Dana spekulatif juga masih menekan pasar, dengan posisi jual bersih di gandum CBOT bertambah 23.725 kontrak menjadi 74.859 kontrak per 27 Oktober. Penanaman gandum musim dingin AS yang sebelumnya tertinggal kini hampir mengejar rata-rata, dengan 76% selesai dibanding rata-rata lima tahun 77%.

Di sisi lain, sejumlah faktor menahan ruang penurunan. Ekspor gandum Rusia pada Juli hingga September turun 38% dari tahun lalu, dan tarif angkut di beberapa rute Laut Hitam lebih dari dua kali lipat sejak pertengahan Juli. Eksportir Rusia bahkan menguji pengiriman melalui pelabuhan Murmansk di Arktik dengan biaya logistik yang jauh lebih mahal. Lembaga IKAR memangkas proyeksi ekspor gandum Rusia 2026 menjadi 29 juta ton, jauh di bawah estimasi USDA di 40 juta ton. Rencana tanam gandum musim dingin Rusia juga dipangkas menjadi 19 juta hektare dengan penanaman di tanah kering. Dari sisi permintaan, ada laporan bahwa COFCO, perusahaan negara China, mempertimbangkan impor gandum soft red winter AS, yang sempat mendorong harga naik 4¾ sen pada Kamis.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gandum berpotensi masih bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah, seiring tekanan dari harapan perdamaian Laut Hitam, pasokan belahan bumi selatan, dan posisi jual dana spekulatif. Harga kontrak Desember diperkirakan akan menguji kisaran support terdekat di 6,00 hingga 5,90 dolar AS per bushel. Namun, apabila perundingan damai tertunda, serangan di Laut Hitam berlanjut, atau pembelian China terealisasi, pergerakan harga berpeluang berbalik arah menuju kisaran resistance 6,10 hingga 6,16 dolar AS, dengan resistance berikutnya di 6,25 hingga 6,30 dolar AS per bushel.