(Vibiznews – Commodity) Harga kedelai di bursa komoditi berjangka Chicago Board of Trade (CBOT) berakhir naik tipis pada hari Jumat, 30 Oktober 2026, setelah empat hari berturut-turut melemah. Penutupan Jumat adalah data terakhir yang tersedia sebelum sesi hari Senin.
Harga kedelai berjangka kontrak November 2026 ditutup naik 2½ sen pada 12,22¼ dolar AS per bushel. Kontrak Januari 2027 ditutup di 12,3425 dolar AS dan Maret 2027 di 12,4375 dolar AS per bushel. Dalam sepekan, kontrak November kehilangan 34¼ sen, dan sepanjang Oktober turun 70¾ sen. Pada Kamis, kontrak ini sempat ditutup di 12,1975 dolar AS, penutupan terendah sejak 18 Agustus. Di pasar turunan, kedelai meal kontrak Desember ditutup turun 4,70 dolar AS ke 324,60 dolar AS per short ton, sementara minyak kedelai naik 26 poin ke 65,90 sen per pon.
Faktor utama yang menekan harga adalah panen yang berjalan cepat, aksi jual dana spekulatif, dan pelemahan real Brasil. Dana spekulatif masih melikuidasi posisi beli bersih yang besar, sementara hasil pemilu Brasil membuat real melemah ke sekitar 5,44 per dolar AS, sehingga kedelai dan jagung Brasil lebih murah bagi pembeli seperti China. Pelaku pasar juga memperkirakan USDA akan menaikkan estimasi hasil panen (yield) dalam laporan WASDE November, setelah laporan Oktober menaikkan proyeksi produksi AS menjadi rekor 4,56 miliar bushel.
Di sisi lain, permintaan ekspor tetap solid. Penjualan ekspor kedelai AS dalam pekan yang berakhir 22 Oktober mencapai 2,576 juta ton (94,6 juta bushel), turun 9% dari pekan sebelumnya tetapi di atas rata-rata empat pekan. Total penjualan ke China mencapai 15,07 juta ton, sekitar 60% dari target 25 juta ton per tahun, dan penjualan ekspor musim 2026/27 naik sekitar 80% dibanding tahun lalu. USDA juga mengonfirmasi pembelian China sebesar 612.000 ton, ditambah dua penjualan kilat masing-masing 165.150 ton dan 132.000 ton ke tujuan yang tidak disebutkan. Namun, tarif yang masih tinggi dan tekanan panen membuat reli sulit terbentuk. Advance Trading memperkirakan stok akhir AS 2026/27 sebesar 316 juta bushel, hampir sama dengan estimasi USDA di 315 juta bushel.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga kedelai berpotensi masih bergerak sideways dengan kecenderungan melemah, seiring tekanan panen, likuidasi dana spekulatif, dan antisipasi laporan WASDE November. Harga kontrak November diperkirakan akan menguji kisaran support terdekat di 12,15 hingga 12,00 dolar AS per bushel, dengan support lanjutan di 11,78 hingga 11,65 dolar AS. Namun, apabila pembelian China berlanjut dan real Brasil pulih, pergerakan harga berpeluang berbalik arah menuju kisaran resistance 12,40 hingga 12,50 dolar AS per bushel.








