Rekomendasi Harga Perak 2 November 2026 : Dapat Naik Terdorong Penurunan Harga Minyak

109

(Vibiznews – Commodity) Harga perak ditutup anjlok hampir 6% pada akhir pekan hari Jumat, 30 Oktober 2026, dan turun di bawah $`50 untuk pertama kalinya dalam 11 bulan, tertekan aksi jual saham Wall Street yang memicu likuidasi posisi serta ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Harga perak spot ditutup turun 5,83% pada `$49,12.

Harga perak berjangka AS kontrak Desember 2026 ditutup anjlok 5,93% pada $`49,28.

Perak turun tajam pada sesi akhir AS karena aksi jual di Wall Street memicu likuidasi di pasar logam mulia. Harga minyak juga naik setelah serangan di Selat Hormuz, sementara kekhawatiran terhadap permintaan industri dan kebijakan moneter yang ketat tetap menekan perak. Perak bergerak di kisaran `$48,74-$53,13 dan menjadi yang terendah sejak November 2025.

Perak turun lebih dalam dibanding emas, yang anjlok sekitar 3,6% ke $3.875 per ons, level terendah dalam lebih dari satu tahun. Perak turun sekitar 9% sepanjang pekan, penurunan mingguan terburuk sejak awal Juni. Sepanjang Oktober, perak turun sekitar 14%, dan rasio emas terhadap perak naik ke sekitar 79. Platinum dan paladium juga turun.

Pelebaran rasio emas terhadap perak mencerminkan sensitivitas perak yang lebih besar terhadap memburuknya sentimen risiko dan kekhawatiran aktivitas manufaktur. Data PDB AS kuartal III yang kuat dan inflasi inti yang bertahan tinggi pada hari Kamis, serta keputusan The Fed yang menahan suku bunga dengan suara 10-2, memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Desember.

Hari ini akan dirilis data ISM Manufacturing PMI AS bulan Oktober. Pekan ini, pelaku pasar juga menantikan pemilu sela AS pada 3 November dan laporan ketenagakerjaan Oktober pada 6 November.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat teknikal rebound dari kondisi oversold jika data ISM Manufacturing lebih lemah dari perkiraan, imbal hasil Treasury turun, dan harga minyak mereda. Namun jika aksi jual saham berlanjut, ketegangan Hormuz mendorong harga minyak naik, dan ekspektasi kenaikan suku bunga Desember menguat, harga perak dapat melanjutkan penurunan.

Harga perak spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 46,72. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 53,42.

Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 46,75. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 53,59.