Harga Minyak Brent 3 November di Asia Rebound Teknikal dari Terendah dalam 4 Pekan

104
oil harga minyak

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah acuan dunia untuk jenis Brent rebound teknikal dari posisi terendah dalam empat pekan pada perdagangan komoditas sesi Asia hari Selasa (3/11/2026) yang telah anjlok parah sebelumnya.

Harga minyak Brent sebelumnya anjlok lebih dari 7% seiring munculnya tanda-tanda kemajuan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran, yang meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan lebih lanjut.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa pemerintahannya telah menerima wewenang lebih besar dari pemimpin tertinggi negara tersebut untuk mengupayakan negosiasi perdamaian, sementara Presiden AS Donald Trump mengindikasikan adanya kemajuan dalam pembicaraan tersebut.

Para pejabat Iran juga mengisyaratkan bahwa kesepakatan masih mungkin dicapai setelah tiga hari diskusi yang dimediasi oleh Qatar.

Perkembangan ini berlangsung di tengah berlangsungnya pemilihan paruh waktu (midterm elections) di AS, di mana pemerintahan Trump dan Partai Republik menghadapi tekanan politik yang meningkat akibat kenaikan biaya energi yang dikaitkan dengan konflik Iran.

Harga acuan minyak internasional sempat melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun, dipicu oleh kekhawatiran bahwa Washington mungkin akan kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu tersebut.

Harga spot minyak mentah Brent  berada di  posisi $104,24, demikian untuk kontrak berjangka bulan Januari 2027 yang paling banyak diperdagangkan di ICE berada di kisaran  $104,25 per barel.

Untuk pergerakan selanjutnya harga minyak Brent berusaha mendaki menuju posisi  $104.70,  jika termbus akan melaju ke kisaran $105.00 – $109.80.

Namun jika bergerak negatif akan dapat terkoreksi  terus ke  posisi  $103.80 dan jika tembus akan meluncur ke kisaran $103.20 – $99.70.