IHSG Selasa Siang Merosot 2,6% ke Level 4.963; Bursa Asia dan Wall Street Bergerak Mixed

105

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa siang ini (3/11), terpantau merosot tajam 133,769 poin (2,62%) ke level 4.963,061 setelah dibuka naik ke level 5.126.526.

IHSG bergerak tertekan tajam mendekati area 6 tahun lebih terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed dengan Kospi merosot 2,5% ditekan saham sektor AI dan Semiconductor, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan mixed dalam tekanan jual berlanjut pada sektor teknologi.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat terbatas 0,04% atau 7 poin ke level Rp 18.138, dengan dollar AS di pasar uang Asia turun setelah melemah di sesi global sebelumnya, tertekan ke seminggu terendahnya menjelang pemilu sela (midterm) di AS dan turunnya harga minya dunia.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp18.145, serta terpantau bangkit setelah terkoreksi 2 hari, dekat dengan area rekor terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau menguat 29,606 poin (0,58%) ke level 5.126.526. Sedangkan indeks LQ45 naik 3,646 poin (0,70%) ke level 521,297. Siang ini IHSG melemah 133,769 poin (2,62%) ke level 4.963,061. Sementara LQ45 terlihat turun 12,734 poin (2,46%) poin ke level 504,917.

Tercatat saat ini 94 saham naik, 542 saham turun dan 79 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang turun 0,33%, dan Hang Seng yang naik 0,50%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini tertekan tajam mendekati 6 tahun lebih terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed dengan Kospi merosot 2,5% ditekan saham AI dan Semiconductor, serta mencermati Wall Street yang berakhir mixed dalam tekanan jual pada sektor teknologi.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan bertahan di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 5.455 dan 5.912. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 4,907 dan bila tembus ke level 4,881.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group