Rekomendasi Harga Kedelai 4 November 2026

84
kedelai, soymeal, minyak kedelai

(Vibiznews – Commodity) Harga kedelai di bursa komoditi berjangka Chicago Board of Trade (CBOT) berakhir melemah tipis pada hari Selasa, 3 November 2026, dan mencatat level terendah dua setengah bulan. Penutupan Selasa adalah data terakhir yang tersedia sebelum sesi hari Rabu.

Harga kedelai berjangka kontrak Januari 2027 ditutup turun 2¾ sen pada 12,14 dolar AS per bushel, di dekat level terendah harian. Kontrak Maret 2027 ditutup turun 5¾ sen ke 12,2075 dolar AS per bushel, sementara kontrak November ditutup di sekitar 12,03 dolar AS. Di pasar turunan, kedelai meal kontrak Desember turun 1,60 dolar AS ke 318,00 dolar AS per short ton, juga terendah dua setengah bulan, sedangkan minyak kedelai Desember naik 20 poin ke 65,28 sen per pon. Penurunan ini terjadi di tengah pelemahan jagung dan gandum pada hari yang sama, dan pasar pertanian secara keseluruhan tertekan menjelang pemilu AS.

Faktor utama yang menekan harga adalah penjualan teknikal dan lindung nilai komersial seiring panen yang hampir tuntas. Panen kedelai AS mencapai 88% per 1 November, naik dari 79% pekan sebelumnya dan di atas rata-rata lima tahun 84%, sesuai ekspektasi pasar. Pelaku komersial menjual kontrak berjangka untuk melindungi hasil panen, sementara analis menilai kepemilikan posisi beli berpindah dari dana spekulatif ke pihak komersial. Dana spekulatif masih memegang posisi beli yang besar secara historis, dengan posisi gabungan di kompleks kedelai sekitar 411.500 kontrak per akhir Oktober. Prospek produksi rekor atau mendekati rekor dan ekspektasi USDA menaikkan estimasi hasil panen dalam laporan WASDE November juga menjadi beban.

Di sisi lain, permintaan China tetap menjadi penopang. China membeli tambahan 4,9 juta bushel kedelai AS pada Selasa, setelah pembelian 136.000 ton pada Senin, dan tiga penjualan ekspor besar dilaporkan pada pagi hari. Inspeksi ekspor kedelai sejak awal musim naik sekitar 56% dari tahun lalu, jauh di atas proyeksi USDA yang naik 12%, dan total pembelian China telah mencapai sekitar 15 hingga 19 juta ton dari target 25 juta ton per tahun. Namun, reli sulit terbentuk karena pasar lebih fokus pada pasokan panen, cuaca Amerika Selatan yang mendukung, dan pelemahan minyak mentah yang menekan minyak kedelai.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga kedelai berpotensi masih bergerak sideways dengan kecenderungan melemah, seiring tekanan teknikal dan lindung nilai komersial, sementara pembelian China menahan penurunan lebih dalam. Harga kontrak Januari diperkirakan akan menguji kisaran support terdekat di 12,10 hingga 12,00 dolar AS per bushel, dengan support lanjutan di sekitar 11,80 dolar AS, yaitu low Agustus. Namun, apabila pembelian China berlanjut dan terjadi short covering, pergerakan harga berpeluang berbalik arah menuju kisaran resistance 12,20 hingga 12,27 dolar AS per bushel, dengan resistance berikutnya di 12,35 hingga 12,48 dolar AS, dengan rata-rata pergerakan 100 hari berada di sekitar level tertinggi kisaran tersebut.