(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika berakhir anjlok pada hari Selasa, 3 November 2026, mengakhiri reli sesi sebelumnya, tertekan pelemahan real Brasil yang mendorong eksportir menjual meski stok ICE masih sangat rendah.
Harga kopi arabika berjangka kontrak Desember 2026 ditutup turun 8,15 poin atau 2,79% ke kisaran $283,95 per pon. Sementara itu, harga kopi robusta kontrak Januari 2027 ditutup turun 31 poin atau 0,96%.
Real Brasil turun 1% terhadap dolar AS pada hari Selasa dan berada tidak jauh dari level terendah 10,25 bulan yang tercatat pekan lalu. Pelemahan real mendorong produsen, pabrik, dan eksportir Brasil menjual atau menetapkan harga kopi dalam dolar karena meningkatkan pendapatan dalam mata uang lokal. Harga juga tertahan di area resistance pada *moving average* 21 hari di 297,90, yang mendorong aksi jual teknikal. Ekspor kopi Vietnam pada Oktober juga naik sekitar 60% secara tahunan menjadi sekitar 1,9 juta karung.
Dari sisi stok, tekanan dari pasokan fisik masih tertahan oleh ketatnya cadangan. Stok arabika bersertifikat ICE turun 4.151 karung pada Senin ke 220.917 karung, level terendah sejak 15 September ketika stok menyentuh rekor terendah dalam 27 tahun di 217.646 karung. Menjelang *first notice* kontrak Desember pada 19 November, pasar mencermati apakah kopi dari Brasil akan tiba di gudang bursa tepat waktu.
Prospek pasokan global tetap melimpah. Somar Meteorologia melaporkan curah hujan di Minas Gerais, sentra arabika utama Brasil, mencapai 48,6 mm atau 148% dari rata-rata historis pada pekan yang berakhir 18 Oktober, mendukung pembungaan untuk panen musim 2026/27. USDA memperkirakan produksi kopi dunia 2026/27 naik 6% ke rekor 189,7 juta karung, sedangkan Conab memperkirakan produksi kopi Brasil 2026 mencapai rekor 67,6 juta karung dan produksi arabika naik 34,8% menjadi 48,21 juta karung. Di sisi lain, produksi kopi Kolombia pada 2025/26 turun 15% secara tahunan menjadi 12,65 juta karung, dan ancaman El Niño terhadap pembungaan tanaman Brasil masih menjadi faktor risiko.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan hari ini, harga kopi arabika masih cenderung tertekan seiring pelemahan real Brasil, penjualan eksportir, dan prospek panen Brasil yang besar. Namun, tipisnya stok ICE menjelang *first notice* membuat peluang rebound tetap terbuka, sehingga volatilitas harga diperkirakan tinggi. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak menekan area Support di kisaran 278,00 hingga 272,00. Namun apabila muncul aksi beli merespons stok bursa yang rendah atau pemulihan real Brasil, harga berpeluang naik menuju area Resistance di 290,00 hingga 297,00.








