(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS ditutup turun pada hari Rabu, 4 November 2026, melemah ke level terendah lebih dari sebulan setelah hasil pemilu paruh waktu AS dan penurunan harga minyak.
Indeks dolar AS ditutup turun 0,3% pada 101,52.
Dolar AS tertekan setelah media AS melaporkan Partai Demokrat memenangkan DPR maupun Senat dalam pemilu paruh waktu. Pasar membaca hasil tersebut berpotensi menciptakan kebuntuan politik antara Kongres dan Gedung Putih yang dapat membatasi belanja pemerintah, sehingga imbal hasil Treasury AS turun. Indeks dolar AS sempat turun ke level terendah harian di dekat 101,21, terendah sejak September. Dolar AS melemah terhadap seluruh mata uang utama.
Dolar AS juga tertekan oleh jatuhnya harga minyak. Minyak WTI anjlok sekitar 8,5% ke dekat $89,37 per barel, level terendah dalam dua bulan. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,9% dari sekitar 4,96% pada penutupan sebelumnya.
Data ekonomi AS beragam. PMI Jasa ISM Oktober turun ke 54,5, di bawah perkiraan 54,8 dan bulan sebelumnya 54,9, dengan indeks pesanan baru turun ke 55,9 dari 59,8. Data ADP menunjukkan penambahan tenaga kerja swasta 86.000 pada Oktober, di atas perkiraan 75.000. Defisit perdagangan AS September menyempit ke $105,0 miliar dari perkiraan $108 miliar.
Hari ini akan dirilis data Klaim Pengangguran Mingguan. Pasar juga mencermati komentar pejabat The Fed.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah terbebani ekspektasi turunnya belanja pemerintah AS, penurunan imbal hasil Treasury, dan harga minyak yang rendah. Namun jika data Klaim Pengangguran AS terealisir kuat dan pernyataan pejabat The Fed bernada hawkish bagi kenaikan suku bunga Desember, akan menguatkan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 101,18-100,83. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 101,78-102,03.








