Rekomendasi Harga Minyak 5 November 2026 : Anjlok Karena Hasil Pemilu Midterm AS; Berpeluang Bargain Hunting

90

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah ditutup anjlok pada hari Rabu, 4 November 2026, dengan Brent turun di bawah $100 untuk pertama kalinya sejak awal Oktober. Pasar melepas premi risiko perang Iran setelah laporan Partai Demokrat menguasai Kongres AS dalam pemilu sela, yang diperkirakan dapat membatasi eskalasi militer.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS ditutup anjlok 8,29% pada $88,12 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup anjlok 8,69% pada $94,60 per barel.

Penurunan terjadi setelah Partai Demokrat dilaporkan menyapu kedua kamar Kongres dalam pemilu sela Selasa, dan Wakil Presiden JD Vance menyatakan perang sebagai penyebab kekalahan partainya. Pasar menilai hasil ini dapat membatasi pendanaan operasi militer dan menekan premi risiko gangguan pasokan. Namun Kongres baru baru mulai bekerja pada Januari 2027, sehingga ruang perubahan kebijakan jangka pendek masih ada. Brent turun di bawah $100 untuk pertama kali sejak awal Oktober dan ini merupakan penurunan harian ketiga berturut-turut, setelah anjlok 7,6% pada Senin. Harga bahkan sempat turun lebih dalam: Brent sempat mendekati $93 dan WTI menembus di bawah $87 dalam sesi.

Data persediaan AS tidak mampu menahan penurunan. Persediaan minyak mentah AS turun 865.000 barel, berlawanan dengan perkiraan kenaikan 877.000 barel, sementara stok distilat turun 3,6 juta barel dan 13% di bawah rata-rata lima tahun. Pasar lebih memilih memperhitungkan kemungkinan berakhirnya perang, sementara indeks dolar AS turun 0,4% ke 101,51.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak cenderung masih tertekan oleh pelepasan premi risiko dan harapan de-eskalasi. Namun setelah penurunan sekitar 8-9% dalam dua hari, rebound teknikal atau aksi ambil untung dapat muncul. Risiko serangan Houthi, gangguan di Selat Hormuz, dan stok distilat AS yang ketat membatasi penurunan lebih dalam. Jika perundingan AS-Iran gagal atau ada serangan baru, harga bisa naik cepat.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS (kontrak Desember) diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $84,45-$80,78. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $94,47-$100,82.

Harga minyak mentah berjangka Brent (kontrak Januari) diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $90,37-$86,15. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $101,87-$109,15.