Rekomendasi Harga Gandum 5 November 2026

63

(Vibiznews – Commodity) Harga gandum di bursa komoditi berjangka Chicago Board of Trade (CBOT) berakhir sedikit melemah pada hari Rabu, 4 November 2026, bertahan di dekat level terendah empat bulan. Pada awal sesi Asia hari Kamis, harga sempat menguat tipis dibantu dolar AS yang lebih lemah.

Harga gandum soft red winter kontrak Desember 2026 ditutup turun 1¼ sen pada 5,98½ dolar AS per bushel, dan kontrak Maret 2027 turun 1¼ sen ke 6,09½ dolar AS. Gandum hard red winter Kansas City kontrak Desember turun 3½ sen ke 6,32¾ dolar AS, sedangkan gandum spring Minneapolis turun 2¾ sen ke 6,16¾ dolar AS per bushel, dengan kontrak spot Minneapolis mencetak low kontrak baru. Pada awal sesi Kamis, kontrak gandum paling aktif di CBOT naik sekitar 0,5% ke 6,01¾ dolar AS per bushel. Sejak puncak awal September, harga gandum CBOT sudah turun sekitar 25%, dibandingkan jagung sekitar 20% dan kedelai sekitar 10%.

Faktor utama yang menekan harga adalah pembicaraan damai Rusia dan Ukraina yang menghapus premi risiko. AS, Rusia, dan Ukraina menyepakati pembicaraan trilateral di Uni Emirat Arab pada 10 hingga 11 November, dan Presiden Zelenskyy mendorong pembahasan gencatan senjata untuk infrastruktur energi dan kawasan Laut Hitam. Analis Commonwealth Bank menyebut ekspor besar dari Rusia dan Ukraina melalui rute alternatif, harapan kesepakatan Laut Hitam, dan izin kapal meninggalkan Laut Azov membebani harga. SovEcon mencatat ekspor Rusia Oktober sebesar 2,9 juta ton, bulan tertinggi musim ini. Dari sisi permintaan, ekspor AS sangat lemah, dengan ekspor gandum September menurut data Census sebesar 57 juta bushel atau turun 52% dari tahun lalu, dan ekspor sejak awal musim turun 32% dibanding proyeksi USDA yang turun 17%.

Di sisi lain, kondisi pasar sudah jenuh jual dan rentan terhadap pembelian kembali. RSI gandum Chicago berada di sekitar 24, dan dana spekulatif masih memegang posisi jual yang besar, sehingga pasar rentan terhadap short covering jika prospek geopolitik berubah. Spot gandum Chicago dan Kansas City masih bertahan di atas level terendah musim panas. Dolar AS yang melemah membuat gandum AS lebih kompetitif dan menopang harga di awal sesi Kamis. Pembeli sejauh ini belum menunjukkan urgensi, kecuali ada gangguan nyata pada pasokan Laut Hitam, dan perkiraan ekspor mingguan USDA yang dirilis Kamis berada di kisaran 12 hingga 24 juta bushel.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gandum berpotensi bergerak sideways dengan kecenderungan rebound terbatas, seiring kondisi jenuh jual, besarnya posisi jual dana spekulatif, dan dolar yang lebih lemah, namun lemahnya ekspor AS dan harapan perdamaian menahan kenaikan menjelang pembicaraan 10 hingga 11 November. Harga kontrak Desember diperkirakan akan menguji kisaran support terdekat di 5,95 hingga 5,93 dolar AS per bushel, dengan support lanjutan di sekitar 5,90 dolar AS. Namun, apabila pembicaraan damai menemui jalan buntu, serangan di Laut Hitam berlanjut, atau terjadi short covering, pergerakan harga berpeluang menguat menuju kisaran resistance 6,02 hingga 6,10 dolar AS, dengan resistance berikutnya di 6,16 hingga 6,25 dolar AS per bushel.