(Vibiznews – Forex) – Posisi Yen Jepang dalam pair USDJPY membalikkan tren penguatan selama 2 hari berturut pada perdagangan sesi Eropa hari Jumat (6/11/2026) oleh kenaikan dolar AS.
Yen sempat bergerak kuat di sesi Asia merespon data yang menunjukkan bahwa upah nominal di Jepang tumbuh dengan laju tercepat dalam hampir tiga dekade, yang memperkuat ekspektasi akan adanya kenaikan suku bunga lanjutan oleh Bank of Japan (BOJ) pada bulan Desember.
Risalah rapat BOJ bulan September juga mengisyaratkan bahwa bank sentral tersebut mungkin akan mempercepat pengetatan kebijakan moneter, sembari mengevaluasi dampak dari perkembangan situasi di Timur Tengah, meningkatnya permintaan terkait kecerdasan buatan (AI), serta pergerakan nilai tukar mata uang.
BOJ telah menaikkan suku bunga kebijakannya ke level tertinggi dalam 31 tahun, yakni 1,25%, pada bulan September, sebelum mempertahankan suku bunga tersebut pada bulan Oktober, dengan mengindikasikan bahwa inflasi inti telah mencapai target 2%.
Yen juga diuntungkan oleh permintaan aset safe haven di tengah aksi jual saham global yang kian intensif.
Kondisi ini dipicu oleh kekhawatiran mengenai regulasi yang lebih ketat di industri AI, menyusul kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat.
Secara teknikal, pair USDJPY menunjukkan bias bullish dengan potensi beberapa konsolidasi.
Kini pair berada di 158,11 dan sedang naik ke posisi pivot di 158,30 sebelum menguji resisten lemahnya di R2.
Namun jika pair USDJPY tidak sampai ke kisaran 158.20, dapat berbalik arah dan turun ke posisi 158,25, jika tembus akan meluncur ke posisi support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 159,07 | 158,41 | 158,05 | 157,38 | 157,04 | 156,38 | 156,03 |








