Kinerja Nikkei Sepekan Terburuk Sejak Covid di Maret 2020

46

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Jepang menderita kerugian yang cukup besar sepanjang minggu dan berakhir buruk pada perdagangan  hari Jumat (6/11/2026) akibat tekanan jual saham teknologi.

Indeks harian Nikkei ditutup terjun ke posisi terendah dalam 7 bulan dan secara mingguan anjlok lebih dari 9%, yang merupakan kinerja mingguan terburuk sejak  pandemi Covid pada Maret 2020.

Saham sektor teknologi memimpin penurunan tersebut setelah kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu (midterm elections) di Amerika Serikat memicu kekhawatiran akan regulasi yang lebih ketat terhadap industri kecerdasan buatan (AI) serta potensi perlambatan dalam ekspansi pusat data (data center).

Sementara itu, data menunjukkan bahwa upah nominal di Jepang meningkat dengan laju tercepat dalam hampir tiga dekade, yang memperkuat ekspektasi akan adanya kenaikan suku bunga lanjutan oleh Bank of Japan pada bulan Desember.

Indeks harian Nikkei anjlok 5,96% dan ditutup pada level 57.435, demikian untuk indeks Topix  anjlok 5,90% ke posisi 3707,99.

Demikian untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Desember 2026 turun 5,76% pada posisi 57410.

Saham-saham Jepang yang terkait dengan AI mencatat kerugian mingguan yang signifikan karena keterpaparan mereka yang besar terhadap pengembangan infrastruktur AI global.

Saham Kioxia Holdings anjlok 36,8%, Advantest turun 19,6%, Taiyo Yuden melemah 22%, Tokyo Electron kehilangan 13,2%, dan SoftBank Group merosot 20,8%.