Rekomendasi Harga Minyak 9 November 2026 : Dapat Turun Terpicu Negosiasi AS-Iran; Cermati Konflik Timur Tengah

36

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah ditutup nyaris datar pada akhir pekan hari Jumat, 6 November 2026, setelah membukukan penurunan mingguan terbesar sejak 2022. Pasar menimbang kemajuan diplomasi AS-Iran dan pulihnya ekspor Teluk terhadap serangan kapal tanker yang terus berlanjut serta pelemahan pasar saham global.

Harga minyak mentah berjangka Brent kontrak Januari naik 0,03% dan ditutup pada $98,32 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS kontrak Desember naik 0,3% dan ditutup pada $90,83 per barel.

Kontrak teraktif turun sekitar 13,2% sepanjang pekan, kerugian mingguan terbesar sejak 2022, dan harga bergerak dalam kisaran $19 sejak Senin. WTI turun $13,29 atau 12,76% dibanding penutupan Jumat sebelumnya di $104,12. Brent bisa turun sekitar 16%, penurunan mingguan persentase terbesar sejak awal pandemi Covid-19 dan terbesar secara absolut dalam data LSEG sejak 1988.

Harga sempat tertekan setelah Bloomberg melaporkan AS dan Iran bergerak mendekati terobosan untuk mengakhiri perang. Namun serangan terhadap kapal di Timur Tengah masih berlangsung mendekati rekor tercepat, menurut data UKMTO, sehingga menjadi penopang harga. Analis Kpler Matt Stanley menyatakan minyak tidak harus di $117 untuk dianggap mahal, dan penurunan ke $93 tidak berarti masalah dasarnya selesai. Analis Marex Sasha Foss menyebut pasar dalam mode menunggu, pulih dari level terendah pekan ini tetapi kurang keyakinan arah, dengan penguatan dolar menambah tekanan.

Perkembangan akhir pekan beragam. Trump menyatakan bahwa perang baru dengan Iran “sangat tidak mungkin” jika Teheran maju menuju kesepakatan nuklir dan membuka Selat Hormuz, tetapi memperingatkan AS membidik 38 jembatan Iran. AS meluncurkan satuan tugas “Iron Gate” dan melumpuhkan kapal penerobos blokade, sementara Houthi mengklaim menyerang menara Aramco di Riyadh. Qatar menyatakan mediasi berlanjut, sementara proposal terbaru Iran untuk membuka kembali Hormuz lewat Pakistan menuntut pengakhiran blokade angkatan laut AS dan menyisihkan isu nuklir. Qatar juga mengusulkan kesepakatan yang akan membuka Hormuz dalam dua hari, dengan AS mencabut blokade, sebagian aset beku Iran dilepas, dan Iran mengizinkan inspektur nuklir kembali. Belum ada pihak yang menolak proposal Qatar secara eksplisit.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak berpotensi dibuka menguat setelah eskalasi akhir pekan, terutama serangan Houthi dan operasi AS di sekitar Hormuz. Namun harapan kesepakatan AS-Iran lewat mediasi Qatar membatasi kenaikan. Harga kemungkinan tetap volatil di sekitar $100 untuk Brent. Pasar juga menanti data inflasi AS pada Selasa 10 November. Jika ada terobosan nyata, harga bisa turun menuju $94-95 untuk Brent, sedangkan kegagalan diplomasi bisa kembali mengangkat harga di atas $100.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS (kontrak Desember) diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $89,09-$87,35. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $92,55-$94,27.

Harga minyak mentah berjangka Brent (kontrak Januari) diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $97,05-$96,39. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $98,05-$98,39.