Ditengah lesunya kondisi ekonomi Tiongkok permintaan batubara ke Indonesia masih cukup tinggi, salah satunya permintaan ke salah satu perusahaan tambang tanah air PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang mendapatkan peningkatan pesanan dari negeri tersebut. Hal itu sesuai dengan laporan perusahaan beberapa waktu lalu yang mengumumkan kinrja ekspornya bersamaan dengan kinerja kuangan pada kuartal ketiga lalu.
Ekspor batubara ADRO ke Tiongkok secara tahunan meningkat, pada kuartal ketiga lalu ekspor ke negeri tersebut senilai US$316,36 juta sedangkan periode yang sama tahun 2014 hanya US$238,42 juta. Selain ke Tiongkok ekspor batubara ADRO juga ke beberapa negara kawasan Asia seperti Jepang, Korea Selatan dan India, tapi memang hanya ke Tiongkok yang meningkat nilai ekspornya pada periode tersebut.
Melihat kinerja keuangan perusahaan pada periode Q3 lalu, keuntungan ADRO turun hingga 18 persen lebih menjadi US$180,02 juta atau US$0,00563 per saham dibandingkan periode Q3-2014 yang mencapai USD219,96 juta atau USD0,00688 per saham. Turunnya laba bersih ini dipicu oleh turunnya pendapatan oleh turunnya harga batubara serta sepinya permintaan.
Seiring penurunan laba membuat aset perusahaan juga menurun menjadi US$6,22 miliar, padahal per akhir tahun 2014 lalu aset perusahaan mencapai US$6,41 miliar. Pendapatan ADRO pasca turunnya harga jual dan lesunya permintaan, turun dibandingkan tahun 2014 menjadi US$2,11 miliar sedangkan setahun lalu mencapai US$2,51 miliar .
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa (10/11/15) saham ADRO ditutup turun 0,8% pada level 610 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 615. Kemarin saham bergerak dalam kisaran 635-610 dengan volume perdagangan saham mencapai 21,6 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham ADRO sejak pertengahan Oktober konsolidasi . Terpantau indikator MA bergerak turun dan pola shooting star menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic bergerak datar diarea tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak turun didukung oleh +DI yang juga bergerak turun diatas -DI, menunjukan pergerakan ADRO dalam potensi koreks lanjutan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading pada target level resistance di level Rp639 hingga target support di level Rp592.
Joel/VM/VBN/ Senior Analyst at Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens



