(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Selasa sore ini (5/5), terpantau menguat signifikan 85,153 poin (1,22%) ke level 7.057,106 setelah dibuka turun ke level 6.936.827.
IHSG bergerak dengan bias positif melanjutkan rebound kemarin, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias melemah di tengah memanasnya tensi konflik Selat Hormuz serta naiknya kembali harga minyak mentah, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan serentak terkoreksi.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini merosot 0,29% atau 50 poin ke level Rp 17.420, dengan dollar AS di pasar uang Eropa merangkak naik setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; kembali rally di tengah investor mencermati naiknya tensi konflik Timur Tengah yang mengangkat dollar sebagai safe haven.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.370, serta terpantau tergelincir ke rekor terlemahnya yang baru lagi.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 35,126 poin (0,50%) ke level 6.936.827. Sedangkan indeks LQ45 turun 0,800 poin (0,12%) ke level 673,760. Siang ini IHSG menguat 57,903 poin (0,83%) ke level 7.029,856. Sementara LQ45 terlihat naik 1,07% atau 7,200 poin ke level 681,760.
IHSG kemudian bergerak terbatas dan ditutup menguat 85,153 poin (1,22%) ke level 7.057,106. Sementara LQ45 terlihat naik 0,82% atau 5,460 poin ke level 674,800. Tercatat saat ini sebanyak 342 saham naik, 314 saham turun dan 163 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau bias melemah, di antaranya ASX 200 yang turun 0,19%, dan Hang Seng yang merosot 0,76%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini menguat di hari keduanya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya bias melemah di tengah memanasnya tensi konflik Selat Hormuz serta naiknya kembali harga minyak mentah, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan serentak terkoreksi.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan pada rentang konsolidasi, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.230 dan 7.578. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,838 dan bila tembus ke level 6,745.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



