Mengawali perdagangan pasar valas hari kedua pekan ini, rupiah Selasa (2/02) dibuka melemah oleh profit taking pasar setelah menyentuh posisi tertinggi sejak perdagangan 28 Desember 2015. Namun kini bergerak positif kembali melanjutkan perdagangan sebelumnya.
Rupiah berhasil memikat pasar mempertimbangkan kondisi perdagangan dollar yang sedang buruk sejak pekan lalu oleh pengumuman the Fed dan berlanjut pagi ini pasca anjloknya harga minyak mentah dan buruknya data manufaktir Tiongkok yang dirilis kemarin.
Dampak dari penguatan rupiah kemarin telah berhasil menarik dana asing cukup besar pagi ini dan net buy asing sudah terbentuk sekitar Rp75 miliar. Namun aksi asing ini tidak membuat IHSG naik, justru terkoreksi -0,4 ke posisi 4607.
Pergerakan kurs Rupiah di pasar spot pagi ini bergerak naik dengan posisi kenaikan 0,05% dari perdagangan sebelumnya dan kini bergerak pada kisaran Rp13625/US$ setelah dibuka lemah pada level Rp13650/US$. Demikian kurs Jisdor yang ditetapkan Bank Indonesia hari ini diperkuat ke 13621 dari hari sebelumnya 13699 pada hari Senin (2/02).
Dan untuk pergerakan kurs Rupiah di pasar spot hari ini berpotensi menguat hingga akhir perdagangan sore meski dollar diperkirakan menguat, sehingga Analyst Vibiz Research Center memperkirakan Rupiah bergerak di level support di 13656 resistance 13601 per dollar.
Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens


