Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan Kamis (03/03) ditutup naik 0,16% pada 4844,04. Sedangkan indeks saham unggulan LQ45 ditutup naik 0,14% ke posisi 849.57. Penguatan IHSG didukung oleh lanjutan aksi beli saham investor asing yang dipicu oleh penguatan Rupiah dan optimisme ekonomi Indonesia.
Sore ini bursa Asia ditutup sebagia besar di zona hijau. Semua indeks utama kawasan Asia mencatatkan hasil positif, kecuali indeks Hang Seng yang negatif, tertekan aksi profit taking, setelah kemarin bukukan kenaikan tertinggi tujuh minggu.
Sementara itu bursa Eropa dibuka melemah sore ini.
Yang menguatkan IHSG pada akhir perdagangan sore ini adalah penguatan Rupiah. Terpantau kurs Rupiah menguat sore ini. Kurs USDIDR melemah -0,12% pada 13,270.
Demikian juga dari data ekonomi domestik membukukan hasil positif. Indonesia mencatatkan hasil deflasi 0,09 persen secara bulanan pada bulan Februari, sedangkan secara tahunan bukukan kenaikan tipis inflasi pada 4,42 persen dengan penurunan harga pangan dan listrik, demikian rilis yang diumumkan Biro Pusat Statistik Indonesia, Selasa (01/03).
Lihat : Indonesia Catatkan Deflasi Februari, Inflasi Masih Terkendali
Dengan hasil ini menggambarkan inflasi Indonesia masih terkendali, sesuai dengan estimasi inflasi Bank Indonesia di kisaran 4 +/- 1 persen, memungkinkan bank sentral untuk melanjutkan pelonggaran suku bunga acuan pada pertemuan dewan gubernur pada 16 Maret dan 17.
Dengan menguatnya sentimen positif di bursa saham Indonesia, mendorong investor asing memasukkan dananya ke pasar modal indonesia. Tercatat dana asing yang masuk ke bursa sebanyak Rp. 980,70 miliar.
Pada penutupan perdagangan sore ini tercatat 162 saham menguat, sedangkan 126 saham melemah. Di akhir perdagangan saham sore ini terjadi transaksi perdagangan sebanyak 5,49 miliar saham dengan nilai mencapai 6,54 triliun, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 307,019 kali.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan perdagangan IHSG selanjutnya berpotensi menguat dengan penguatan rupiah dan optimisme ekonomi Indonesia. Namun perlu dicermati adanya aksi profit taking setelah rally IHSG. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 4818-4780, dan kisaran Resistance 4891-4930.
Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang



