Kurs rupiah memulai perdagangan pasar spot sesi Asia pagi ini (22/8) sempat menguat sesaat kemudian bergerak negatif melanjutkan pergerakan perdagangan akhir pekan yang tertekan oleh penguatan dollar AS. Dollar AS sedang mendominasi perdagangan pasar valas dunia oleh ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat pada bulan September. Demikian juga pagi ini BI lemahkan kurs referensi rupiah dari hari sebelumnya, yang telah berlangsung sejak BI tetapkan BI 7-Days RR Rate.
Lemahnya laju rupiah Senin pagi tidak mengurangi optimisme investor asing menguntungkan investasi di bursa saham Indonesia sehingga masuk dana asing mencapai net buy Rp145 miliar. Aliran modal asing ini berusaha menghijaukan IHSG yang bergerak konsolidasi dan sekarang menguat 0,1%.
Lihat: IHSG 22 Agustus Dibuka Naik Setelah Diluncurkannya BI 7-Days Reverse Repo Rate
Pergerakan kurs rupiah di pasar spot pagi ini bergerak negatif dengan posisi pelemahan 0,43% dari perdagangan sebelumnya dan kini bergerak pada kisaran Rp13220/US$ setelah dibuka kuat pada level Rp13160/US$. Namun untuk kurs referensi Jisdor yang ditetapkan Bank Indonesia hari ini dilemahkan ke 13197 dari posisi 13119 perdagangan hari Jumat (19/08).
Dan untuk pergerakan kurs Rupiah di pasar spot hari ini masih berpotensi kuat hingga akhir perdagangan oleh pelemahan dollar, sehingga Analyst Vibiz Research Center memperkirakan rupiah bergerak di level support di 13223 dan resistance di 13160.
Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens



