Pergerakan saham PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) pada akhir perdagangan sesi pertama bursa hari Jumat (9/9) berhasil rebound dari tekanan profit taking asing yang besar sejak perdagangan sebelumnya hingga masuki sesi terakhir. Saham PTBA terangkat oleh aksi beli investor lokal yang melebihi tekanan jual asing.
Melihat trend pergerakan sahamnya sejak awal bulan Agustus cenderung bergerak konsolidasi, lain halnya dengan fundamental perseroan yang berusaha meningkatkan kinerja keuangannya. Periode semester pertama lalu saja laba bersih yang didapat perseroan lebih rendah dari periode yang sama tahun 2015, yaitu Rp 711,7 7 miliar sedangkan tahun sebelumnya periode sama 795,16 miliar.
PTBA tahun ini banyak melakukan penghematan anggaran cukup besar dan hingga akhir tahun 2016 perseroan targetkan pangkas hingga Rp4 triliun. Dari awal tahun saja hingga pertengahan tahun PTBA melakukan banyak penundaan investasi. Turunnya kinerja keuangan perseroan selama ini dipicu oleh turunnya harga jual batubara.
Untuk pergerakan sahamnya di lantai perdagangan bursa saham hari Jumat (9/9), saham PTBA dibuka flat pada posisi 10100 dan perdagangan saham sudah mencapai 21 ribu lot saham dengan posisi saham yang sedang menguat ke posisi 10150 dengan tarikan modal asing sebesar Rp3,2 miliar. PTBA masuk dalam top gainers perdagangan terkini.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham PTBA perdagangan sebelumnya bearish dengan indikator MA bergerak turun dan indikator Stochastic bergerak turun ke area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak turun dengan +DI yang bergerak turun juga menunjukan pergerakan PTBA rawan koreksi. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading selanjutnya pada target level support di level 10100 hingga target resistance di level 10225.
Lens Hu/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang


