Jelang akhir perdagangan saham akhir pekan hari Jumat (9/9), saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) masih alami tekanan profit taking yang bertambah besar melanjutkan aksi ambil untung investor sejak perdagangan sebelumnya. Profit taking dimulai setelah TLKM berhasil mencapai posisi tertinggi dalam 12 hari perdagangan hari Hari Selasa (6/9).
Hari ini TLKM diberitakan melakukan kerjasama membentuk perusahaan kartu kredit dengan 4 bank BUMN yang tergabung dalam Himbara, yang dimulai dengan melakukan penandatanganan MoU dengan pimpinan tinggi 4 bank tersebut serta Gubernur BI dan Menteri BUMN.
Lihat: 4 Bank BUMN Kerjasama Dengan Telkom Bentuk NPG
Untuk pergerakan sahamnya pada bursa perdagangan saham hari Jumat (9/9), saham TLKM dibuka rendah pada level 4150 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 4160. Sesi terakhir saham bergerak sangat lemah dengan volume perdagangan saham yang sudah laku mencapai 1,1 juta lot saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham TLKM perdagangan sebelumnya bergerak bearish dengan indikator MA masih bergerak turun dan stochastic bergerak naik di area tengah. Dengan kondisi teknikalnya diprediksi rekomendasi trading selanjutnya pada target level support di level 4030 hingga target resistance di level 4180.
Lens Hu/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang


