Kenaikan Suku Bunga AS Maret Menguat; Dolar AS Melonjak, Komoditas Anjlok

829

Bursa saham AS ditutup lebih rendah pada akhir perdagangan Jumat dinihari (03/03) tertekan kemerosotan harga minyak dan kinerja buruk sektor keuangan. Indeks Dow Jones jatuh 0,53 persen, menjadi ditutup pada 21,002.97, dengan penurunan tertinggi saham Caterpillar. Indeks S & P 500 turun 0,59 persen, menjadi berakhir pada 2,381.92, dengan sektor keuangan memimpin sembilan sektor yang lebih rendah.  Indeks Nasdaq turun 42,81 poin, atau 0,73 persen, menjadi ditutup pada 5,861.22.

Bursa Asia dibuka lemah pagi ini mengikuti pelemahan bursa Wall Street. Terpantau Indeks Nikkei turun 0,12 % pada 19.541,26. Indeks ASX 200 turun 0,99 % pada 5.719,50. Indeks Kospi turun 0,95 persen pada 2.082,69.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS pada akhir perdagangan Jumat dinihari (03/03) turun 2,3 persen di 52,61 dollar per barel, setelah produksi minyak Rusia tetap tidak berubah pada bulan Februari, yang memicu kekuatiran rendahnya kepatuhan menjalankan kesepakatan untuk mengurangi pasokan minyak mentah. harga minyak mentah untuk perdagangan selanjutnya berpotensi naik dengan aksi bargain hunting setelah harga minyak mentah merosot. Demikian juga jika sentimen kepatuhan yang lebih tinggi datang untuk pemotongan produksi OPEC, akan mengangkat harga.

Sedangkan harga emas spot LLG pada akhir perdagangan Jumat dinihari (03/03) berakhir turun 1,39 persen pada 1,231.56 dollar per troy ons, sebagai terlemah sejak Desember, tertekan penguatan dolar AS dengan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS bulan Maret menyusul positifnya data ekonomi AS dan komentar hawkish dari pejabat Federal Reserve. Harga emas berpotensi melemah terbatas dengan menguatnya harapan kenaikan suku bunga AS bulan Maret ini.

Dari pasar valas, Dolar AS naik ke tujuh minggu tertinggi terhadap sekeranjang mata uang pada hari Kamis, setelah komentar hawkish oleh pejabat Federal Reserve mendorong kenaikan suku bunga bulan ini. EURUSD turun 0,38% pada 1.0506.  GBPUSD turun 0.22 % pada 1.2265.  USDJPY naik 0,61 persen pada 114.41.  Dollar AS diperkirakan meningkat dengan menguatnya harapan kenaikan suku bunga AS di bulan Maret.

Dari pasar modal Indonesia, pada penutupan perdagangan Kamis sore (02/03), Indeks Harga Saham Gabungan berakhir naik 0,84 persen pada 5408,25. Penguatan IHSG terdukung aksi beli saham investor asing. Sentimen negatif hari ini akan datang dari merosotnya bursa Wall Street dan harga minyak mentah, serta kekuatan dollar AS yang bisa menekan Rupiah. Namun diharapkan stabilnya ekonomi domestic dapat mendukung kenaikan bursa.  Secara teknikal pergerakan IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 5362-5388 dan resisten  5440-5492.  Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini:  BBRI, BSDE, ICBP dan SMGR.

Hari ini pasar akan mencermati data ekonomi Inflation Rate Februari Korea Selatan, Inflation Rate, Unemployment Rate, Consumer Confidence Feb Jepang, Nikkei PMI februari Hong Kong, Caixin Services, Caixin Composite Feb Tiongkok, Retail Sales Januari Jerman, Retail Sales Januari Zona Eropa, ISM Non Manufacturing PMI Feb AS, juga pidato Ketua Fed Janet Yellen dan pejabat Fed lainnya tengah malam nanti.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here