Anjloknya harga minyak mentah dunia hingga jatuh ke bawah kisaran US$45 per barel di tengah sesi Asia hari Jumat (5/5) membuat perdagangan aset beresiko seperti bursa saham kawasan Asia turun ke zona merah. Kondisi ini membuat kurs yen Jepang kembali menguat dan melanjutkan rally perdagangan sebelumnya.
Lihat: Indeks Hang Seng 5 Mei Melemah 1 Persen Terganjal Kemerosotan Minyak Mentah
Selain sentimen diatas, yen juga mendapat kekuatan tambahan dari pernyataan Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) Kuroda yang mengatakan bahwa dia yakin bahwa upah dan inflasi akan mulai meningkat dalam beberapa bulan dan tahun mendatang. Komentar hawkish Kuroda ini memberikan kekuatan fundamental yen.
Safe haven yen berhasil rebound perdagangan sebelumnya oleh aksi profit taking dollar AS yang cukup besar pasca pengumuman kebijakan moneter Fed akhiri pertemuan selama 2 hari komite kebijakan Fed atau FOMC.
Pergerakan pair USDJPY sesi Asia (11:30:21 WIB) bergerak lemah setelah dibuka lebih rendah pada posisi 112.44 awal perdagangan sesi Asia (07.00 WIB), USDJPY kini masih bergulir pada posisi 112.16 yang nyaris mencapai support kuatnya setelah sempat mencapai posisi tertinggi di 112.63.
Untuk perdagangan selanjutnya, pair USDJPY sedang bergerak turun menuju support kuatnya di posisi 112.06. Dan jika embus pada sesi Eropa akan turun terus ke support lemahnya di 111.80. Namun jika terjadi koreksi akan naik kembali ke posisi awal sesi sebelum menuju resisten kuatnya di posisi 112.83.
Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center Editor: Asido Situmorang



