(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS bergerak turun pada hari Rabu, 6 Mei 2026, mengakhiri kenaikan tiga hari, seiring meredanya ketegangan AS-Iran mengurangi permintaan safe haven dolar AS.
Indeks dolar AS bergerak turun 0,51% pada 97,81.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan jeda sementara dalam upaya “Project Freedom” yang dipimpin AS untuk membantu kapal-kapal yang terdampar keluar dari Selat Hormuz untuk memberi waktu bagi pembicaraan ulang dengan Iran.
Menteri Pertahanan AS Hegseth mengatakan gencatan senjata yang dimulai hampir sebulan yang lalu tetap berlaku.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Rubio mengkonfirmasi bahwa operasi ofensif telah berakhir karena Washington mengalihkan fokusnya untuk melindungi jalur pelayaran di selat tersebut.
Harga minyak juga bergerak turun, meredakan kekhawatiran inflasi dan meredam ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin perlu menaikkan suku bunga untuk mengatasi tekanan harga.
Malam nanti akan dirilis data ADP Employment Change April AS yang diindikasikan meningkat.
Juga akan ada pernyataan dari pejabat Fed Musalem, Goolsbee, Hammack.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak turun dengan meredanya ketegangan AS-Iran dengan dihentikannya Project Freedom di Selat Hormuz dan gencatan senjata tetap berlaku. Namun akan bergerak naik jika data ADP Employment Change April AS terealisir naik dan pernyataan pejabat Fed bersifat hawkish bagi kebijakan suku bunga Fed. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 97,62-97,43. Namun jika naik, akan begerak dalam kisaran Resistance 98,17-98,53.



